Foto Jokowi di Raja Ampat Pakai Sarung Ini Timbulkan Perdebatan Netizen, Kenapa?
Tak sedikit yang memberi komentar negatif. Menyebut foto ini hasil editan, hingga mempermasalahkan hal-hal yang tak berhubungan dengan foto.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunggah sejumlah foto dirinya saat berada di Raja Ampat. Jokowi berada di Raja Ampat sebagai bagian dari kunjungan kerja di Papua dan sebelumnya ke sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.
Foto-foto Jokowi berlatar pemandangan indah. Satu di antaranya adalah foto tatkala ia duduk bersila di lantai dermaga yang terbuat dari kayu di Pelabuhan Pantai Waiwo. Jokowi yang mengenakan baju kemeja putih polos, bersarung, dan tanpa alas kaki, tampak tengah menikmati suasana sunrise (matahari terbit). Sunrise pertama di tahun 2016.

Dalam pesan yang ia tulis di akun Instagram (IG) tersebut, Jokowi menulis: Fajar perdana 2016, di dermaga Waiwo, Raja Ampat, tempat terbaik di dunia untuk snorkeling. Kita harus jaga alamnya. Rawat lautnya. Keindahan Raja Ampat, Labuan Bajo tidak kalah dengan tempat wisata di negara lain. Ayo ajak keluarga berwisata di dalam negeri!
Dalam foto lain, di mana ia berdiri menatap ke arah laut lepas di Pulau Pianemo, yakni gugusan pulau-pulau kecil yang menakjubkan di Raja Ampat, Jokowi menulis: Pulau Pianemo Raja Ampat sangat indah. Surga kecil di Tanah Papua.
Namun seperti yang selalu terjadi di Indonesia sejak Pemilu 2014 berakhir dan Jokowi jadi presiden, tiap-tiap yang berkait-paut dengan mantan Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta ini kerap jadi perdebatan yang riuh.

Begitu pula kali ini. Banyak yang memuji foto-foto ini. Bukan semata menyangkut keindahan alamnya, tapi lebih jauh tentang kesan sederhana yang ditunjukkan Jokowi.
Seperti dari pemilik akun akbari_indri. Ia menulis: Bapak sungguh sosok yang sederhana, semoga 2016 penuh keberkahan untuk bapak dan seluruh rakyat Indonesia.
Pemilik akun asribombana menulis: Mudah-mudahan kesederhanaan bapak dicontoh oleh pemimpin-pemimpin lain di negara ini.
Atau pemilik akun anjaniriariski, yang menulis: Epic banget foto ini. Mendekat dengan alam adalah cara untuk mengingat kuasa Tuhan.
Tapi tidak sedikit yang memberi komentar negatif. Mulai dari menyebut foto ini hasil editan, hingga mempermasalahkan hal-hal yang tidak memiliki hubungan dengan foto-foto itu. Seperti illegal fishing sampai persoalan sepakbola atau tepatnya konflik PSSI yang terus berlarut-larut.
Perdebatan di IG tidak terlalu riuh. Barangkali karena IG adalah aplikasi foto dan para penggunanya lebih intens kepada poin keindahan dan memilih untuk tidak repot-repot memperdebatkan hal-hal lain di luar itu. Keriuhan terjadi tatkala foto ini, dan juga tiga foto lain, disebarkan ke media sosial lain, terutama Facebook dan Twitter.
Selain persoalan-persoalan menyangkut kebijakan politik dan kondisi ekonomi, tidak sedikit pengguna kedua aplikasi ini yang melancarkan bully lewat cara-cara yang cenderung nyinyir. Misalnya mengungkit kesalahan Jokowi saat mengetik kata 'Paling Barat' (seharusnya 'Paling Timur') saat menginformasikan keberadaannya di Marauke, beberapa hari lalu.
Dan atas capture ini, dituliskan kalimat yang menggambarkan betapa adalah sebuah musibah yang tak tertanggungkan bagi Indonesia, karena telah memilih seorang presiden yang tidak bisa membedakan Barat dan Timur. Dan, ejek mereka lebih lanjut, kiamat pun bakal segera tiba. Sebab dalam Quran disebut, salah satu tanda-tanda datangnya kiamat adalah tatkala matahari telah terbit dari sebelah barat.

Sampai petang ini, foto Jokowi "sarungan" di Raja Ampat telah disukai lebih dari 4500 pengguna akun dan menjaring tak kurang 1000 komentator. Tiga foto lainnya, termasuk foto di tempat yang sama dengan anak bungsunya, Kaesang Pangarep, juga mendapatkan ribuan tanggapan.(ags)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowow-insta_20160101_180346.jpg)