Pedagang Buku Titi Gantung Keluhkan Bau Sampah

"Ada sekitar dua tahun lah. Pasti sangat terganggu, ini kan pencemaran lingkungan, apalagi aromanya, sangat luar biasa busuk," katanya.

Penulis: Tulus IT |
Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara
Lokasi TPS di sekitar Titi Gantung dianggap sangat menggangu kenyamanan oleh para pedagang dan pembeli buku di lokasi tersebut, Senin (4/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa pedagang buku di Jalan Titi Gantung, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, mengeluhkan aroma busuk yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang berada di lokasi tersebut, Senin (4/1/2016).

Seorang pedagang buku, Usman, mengaku aroma busuk yang berasal dari TPS tersebut sangat mengganggu kenyamanan para pedagang sekaligus pembeli yang datang ke lokasi tersebut.

"Sudah lama kali pun di situ. Penyakit ini. Di sini kan tempat umum, ada mesjid, kantor polisi pun di sini, kalau bisa tolong di sampaikan lah sama mereka (Dinas Kebersihan)," ujar Usman dengan raut wajah kesal

"Bagaimana kami mau nuntut? Kami kan cuma pedagang di sini," sembung seorang pedagang buku lainnya di lokasi tersebut, Riki.

Sementara itu, Ida, seorang pedagang buku yang juga merupakan wakil Persatuan Pedagang Buku Lapangan Merdeka (P2BLM), menjelaskan bahwa TPS sudah ditempatkan di lokasi tersebut sejak sekitar dua tahun lalu. Menurutnya, letak TPS tersebut sangat tidak sesuai, sebab Titi Gantung adalah ikon Kota Medan yang banyak dilalui para pengunjung, termasuk di antaranya adalah turis mancanegara.

"Ada sekitar dua tahun lah. Pasti sangat terganggu, ini kan pencemaran lingkungan, apalagi aromanya, sangat luar biasa busuk. Di sini kan sudah seperti ikon kota, kenapa tempat sampah di sini," ujarnya.

Ida menduga bahwa TPS sengaja ditempatkan di lokasi tersebut dengan maksud tertentu. Ia mengaku selama ini telah mempertanyakan penempatan TPS yang dianggap tidak sesuai dan menggangu tersebut kepada Lurah Gang Buntu, Samsul Fitri, dan pihak PT KAI. Namun belum ada jawaban atas pertanyaan tersebut.

"Kemarin kita sudah komplin ke lurah dan PT KAI, tapi tidak ada jawaban. Kurasa sengaja mereka meletakkan itu (TPS) di sini untuk melarang pedagang berjualan," ujar Ida saat diwawancarai di toko buku miliknya.

Di lokasi tersebut, seorang pembeli buku, Ayu, juga memberikan komentar terkait keberadaan TPS di lokasi tersebut. Sambil menutup hidung, Ayu mengatakan bahwa penempatan TPS di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan tidak sesuai dengan tata ruang kota.

"Iya, bang, aroma tidak tahan saya. Kalau bisa jangan lah di sini di letakkan. Ini kan tempat umum, di tengah kota pula, kan sangat tidak layak kalau di sini ditempatkan TPS ini," ujar mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) jurusan akuntansi ini. (cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved