Banyak Permintaan, Peternak Ayam Tak Bisa Dibilang Untung Besar

Peternak Ayam, Hairul Bahri mengatakan, dengan tingginya permintaan pada daging ayam, membuat harga jualnya berpihak kepada peternak.

Banyak Permintaan, Peternak Ayam Tak Bisa Dibilang Untung Besar
Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal
Daging ayam broiler yang dijual di Pasar Sukaramai, Rabu (2/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Peternak Ayam, Hairul Bahri mengatakan, dengan tingginya permintaan pada daging ayam, membuat harga jualnya berpihak kepada peternak. Dari kandang, harga ayam potong dihargai sebesar Rp 18.000 perkilogramnya, dan dipasaran dihargai sebesar Rp 21.000 perkilogramnya.

"Ya bisa dibilang peternak panen untunglah di tahun baru ini. Karena harga jualnya yang berlaku cukup baik," katanya Selasa (5/1/2016).

Namun, ia menolak apabila dikatakan para peternak mengalami untung yang besar. Pasalnya, peternak juga memperoleh bibit dengan harga yang mahal.

"Gak bisa dibilang untung besar juga. Karena dulu itu, harga bibit tinggi. Harganya Rp 5.200 perekornya. Jadi keuntungannya yang bisa didapat tidak terlalu besar. Kecuali diharga jual kemarin kita bisa memperoleh bibit dengan harga yang standart yakni dibawah Rp 5.000 perekornya," pungkasnya.

Awal tahun baru, kebutuhan masyarakat tampak semakin tinggi. Hal itu, memberi keuntungan tersendiri bagi para peternak. Pada awal tahun baru ini, para peternak ayam mengalami panen pembeli.

(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved