PJ Wali Kota Medan Marah-marah di Dinas Pertamanan, Ini Alasannya
Penjabat Wali Kota Medan, Randiman Tarigan marah-marah ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Laboratorium Pertamanan.
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penjabat Wali Kota Medan, Randiman Tarigan marah-marah ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Laboratorium Pertamanan milik Dinas Pertamanan Kota Medan di Jalan Kestaria, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Selasa (5/1/2016).
Kemarahan Randiman memuncak saat melihat bibit bunga dan pohon penghijauan tidak terurus dengan baik. Bahkan ada 4.000 goni tanah pupuk ditumpuk dan tidak dipergunakan yang dipenuhi rumput dan ilalang.
Randiman juga menemukan banyak pot-pot bunga yang masih baru namun tidak dipergunakan dan dibiarkan tersusun di pinggiran saluran drainase yang membelah lahan laboratorium pertamanan tersebut.
Pegawai Dinas Pertamanan Kota Medan Jonner Sinaga (50), mengatakan bibit bunga dan pohon penghijauan, tanah pupuk dan pot-pot bunga tersebut merupakan hasil pengadaan di tahun anggaran 2015.
"Mengapa bibit bunga dan pohon penghijauan tidak disalurkan untuk menghijaukan taman-taman yang ada di Kota Medan ?" kata Randiman kepada Jonner Sinaga
“Saya tidak tahu Pak Wali, mengapa itu semua tidak dipergunakan. Saya pun sekarang tidak fokus menangani pembibitan lagi, sebab waktu saya banyak habis untuk menangani taman-taman di lapangan,” jelas Jonner.
Mendengar penjelasan itu, raut wajah Randiman tampak memerah. Ia kemudian kembali mengajukan pertanyaan kepada pegawai Dinas Pertamanan Kota Medan.
“Mau dikemanakan ini semua? Benar-benar mubazir, padahal semua ini dibeli menggunakan uang rakyat dari hasil membayar pajak, ” kata Randiman dengan nada suara meninggi.
(tio/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/randiman-tarigan_20160105_194259.jpg)