Sebelum Bunuh Diri, Lelaki Ini Kirim Pesan Sedihnya Putus Cinta

Seorang pengangguran sempat mengirim pesan ingin membunuh diri ke teman-temannya melalui aplikasi WhatsApp sekitar jam 8 malam, kemarin.

Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Muhammad Tazli
WhatsApp

TRIBUN-MEDAN.com, PARITBUNTAR - Seorang pengangguran sempat mengirim pesan ingin membunuh diri ke teman-temannya melalui aplikasi WhatsApp sekitar jam 8 malam, kemarin.

Bagaimana pun, cobaannya bunuh diri gagal setelah temannya memberi tahu kiriman itu ke Organisasi Relawan Kebajikan Islam Kerian (PSKK) Malaysia.

Ketua PSKK, Sohaimi A Hamid mengatakan, pihaknya bergegas ke pinggiran Sungai Kerian, di Ampang Jajar di sini, sesaat setelah menerima informasi itu.

"Lelaki tu terkejut bila tengok kami sampai dan ugut mahu terjun Sungai Kerian kalau kami tak beredar. Kami tengok dia amat tertekan, jadi, kami terus maklumkan pada polis dan bomba untuk memujuknya membatalkan niat bunuh diri," katanya ketika ditemui media di pekarangan Rumah Sakit Parit Buntar, di sini, tadi pagi.

Parit Buntar terletak di utara negara bagian Perak, berbatasan dengan Kota Baharu, Kedah dan Nibong Tebal, Pulau Pinang, Malaysia.

Diceritakannya, sebuah perahu turut ditempatkan di pinggir sungai sebagai persiapan penyelamatan jika korban terjun.

Menurutnya, pria berasal dari Bagan Tiang itu berhasil ditenangkan dan tampaknya membatalkan niat bunuh diri setelah hampir dua jam dibujuk.

"Tapi, tiba-tiba mangsa cuba terjun... mujur sempat dipeluk ahli PSKK. Masa tu mangsa macam dirasuk, meronta-ronta menolak beberapa ahli PSKK yang memegangnya. Lepas laungkan azan barulah lelaki ni nampak tenang dan kita terus bawa dia ke Unit Kecemasan Hospital Parit Buntar untuk rawatan lanjut," katanya.

Sementara itu, rekannya, Mohd Zaihid Yahaya (24), mengatakan, dia dan rekan-rekannya terkejut ketika menerima kiriman pesan dalam grup WhatsApp dari pria itu.

"Dia kata nak bunuh diri terjun Sungai Kerian sebab putus cinta. Dia juga minta maaf dengan kami. Mulanya kami ingat dia berjenaka, tapi bila telefon banyak kali dia tak angkat, kami terus maklumkan kepada PSKK. Mujur juga dia bagi tahu kami... kalau tak mungkin dia dah terjun," katanya seperti dilansir Sinar Harian.

Selanjutnya, korban dikirim ke Unit Psikiatri Rumah Sakit Taiping untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved