Arkeolog Temukan Reruntuhan Peninggalan Kerajaan Kristen di Mekkah

Seluruh dunia dibuat heran terhadap penemuan arkeolog Jerman, Paul Yule yang menemukan reruntuhan kerajaan kristen di dekat kota suci Mekkah

Tayang:
Daily Mai
Reruntuhan peninggalan kerajaan Kristen yang ditemukan oleh arkeolog Paul Yule 

TRIBUN-MEDAN.com - Benarkah reruntuhan kerajaan Kristen ini berasal dari Mekkah yang merupakan tanah kelahiran Nabi Muhammad

Mekkah merupakan kota suci bagi umat Muslim di seluruh dunia, tak heran jika banya sekali umat muslim yang berharap bisa menuju kesana, sebagai bentuk bentuk rukun islam.

Tapi beberapa hari terakhir, umat muslim di seluruh dunia dibuat heran terhadap penemuan arkeolog Jerman, Paul Yule yang menemukan reruntuhan kerajaan kristen di kota suci umat Islam ini.


Kota Mekkah saat penyelenggaraan ibadah Haji

Surat kabar the Daily Mail melaporkan arkeolog ini menemukan sebuah batu dengan pahatan seperti tokoh Kristen di Wilayah Zafar, sekitar 935 kilometer selatan Makkah.

Batu ini diyakini para arkeolog berasal dari zaman Nabi Muhammad. Kemungkinan itu bisa saja terjadi karena Islam datang yang dibawa oleh Muhammad sebelumnya telah berkembang agama Kristen.

Namun sejak kedatangan Muhammad dan risalahnya, berhala atau patung yang disembah dihancurkan yang letaknya berada di sekitar Kaabah, Mekkah.

Arkeolog asal Kota Heidelberg, Jerman, Paul Yule, mengatakan batu ini mempunyai tinggi sekitar 1,5 meter. Dia memperkirakan pahatan itu dibuat pada 530 masehi.

Dia menjelaskan dalam pahatan batu itu digambarkan seorang lelaki memakai perhiasan, berambut keriting, bermata bulat, dan telanjang kaki.

Dia percaya tokoh ini mirip dalam penggambaran orang suci dari Gereja Koptik.

Seorang penakluk dari Afrika

Lelaki dalam pahatan itu juga terlihat memegang seikat ranting yang merupakan simbol perdamaian pada tangan kirinya dan palang seperti salib di tangan kanannya.


Reruntuhan pahatan batu yang dipercaya merupakan tokoh mirip dalam penggambaran orang suci dari Gereja Koptik

Sementara mahkota dipakai pria itu mirip dengan apa dikenakan oleh penguasa-penguasa kerajaan Kristen Ethiopia kuno.

Yule percaya pahatan itu menggambarkan seorang penakluk dari Afrika yang datang ke wilayah Yaman sekitar 525 masehi untuk menyebarkan agama Kristen.

Dia mengatakan misi itu merupakan perintah Raja Aksum kepada para ksatria untuk menjelajahi area di sekitar Laut Merah yang sebagian besar merupakan Jazirah Arab.

Yule mengklaim memang ada indikasi semua penemuan ini benar. Namun, dia menambahkan, masih banyak aspek yang harus ditemukan agar semuanya lebih jelas.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved