RIDEP Yakin Pemerintah Tidak Kecolongan

Direktur Eksekutif Research Institute for Democracy and Peace (RIDeP), Hermawan Sulistyo, mengaku tidak setuju apabila Pemerintah disebut kecolongan

RIDEP Yakin Pemerintah Tidak Kecolongan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Polisi bersenjata lengkap berjaga disekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Sejumlah pelaku teror melakukan peledakan dan penembakan kepada polisi dan warga didaerah Sarinah, Jakarta Pusat, mengakibatkan korban tewas serta terluka. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Research Institute for Democracy and Peace (RIDeP), Hermawan Sulistyo, mengaku tidak setuju apabila Pemerintah disebut kecolongan terkait aksi bom di kawasan Sarinah, Kamis lalu.Pria yang akrab disapa Kiki itu mengatakan cepatnya polisi mengamankan TKP dan melumpuhkan pelaku teror bisa mematahkan argumen tersebut.

"Enggak. Buktinya selesai dalam hitungan menit," kata Kiki saat dikusi bertajuk 'Di Balik Teror Jakarta' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Lagipula, kata dia, Pemerintah melalui Kepolisian sudah mengingatkan sejak akhir tahun lalu yang mewanti-wanti akan ada serangan teror.

Pada Desember, lanjut Kiki, sudah banyak terduga teroris yang ditangkap. Akan tetapi, kata dia, penangkapan tersebut banyak diprotes karena dianggap salah tangkap.

Kiki mengingatkan ada enam bom yang tidak berhasil yang dibawa oleh kelompok pelaku bom di Sarinah.

Keenam bom tersebut tidak meledak lantaran pelakunya langsung ditembak aparat kepolisian.

"Ini sudah ditangani dan jangan lupa ada enam bom yang belum meledak," kata dia. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved