Subhilhar Tak Minder Cuma Dapat 7 Suara Senat USU

"Sudah setahun lebih konflik itu terjadi. Dan konflik itu tentu membentuk kelompok-kelompok, dan saya tentu bukan dari kelompok itu," katanya.

Subhilhar Tak Minder Cuma Dapat 7 Suara Senat USU
Tribun Medan / Ammar
Penjabat Rektor USU, Prof Subhilhar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), yang saat ini masih menjabat sebagai Penjabat Rektor USU Prof Subhilhar menanggapi dingin hasil penjaringan di tingkat Senat Akademik USU, Selasa (19/1/2016).

Ia mengaku tidak berkecil hati meskipun hanya memperoleh tujuh suara.

Dari tiga calon rektor yang dipilih oleh Senat Akademik USU, perolehan suara Subhilhar merupakan yang paling kecil. Dua calon lainnya, Runtung Sitepu dan Zulkifli Nasution, masing-masing mendulang 45 dan 42 suara dari senat.

Subhilhar mengaku tidak heran atas arah dukungan Senat Akademik. Konflik internal USU, menurutnya,menciptakan kelompok-kelompok yang sudah menjadi rahasia umum.

"Ya, biasa aja. Minder? Enggak. Karena kan kita sudah tahu sejarahnya. Sudah setahun lebih konflik itu terjadi. Dan konflik itu tentu membentuk kelompok-kelompok, dan saya tentu bukan dari kelompok itu," katanya, saat ditemui di Gedung Biro Rektor USU, Selasa (19/1/2015).

Ia tidak merinci kelompok-kelompok apa yang ia maksud. Namun ia berharap konflik internal di USU dapat segera berakhir. 

Bagaimana tanggapan Subhilhar atas hasil pemungutan suara di Senat?

"Orang senat memang sudah macam gitu jumlahnya. Enggak ada masalahlah. Artinya memang pilihan itu dari dulu memang segitu. 52, 42, atau 46. Orang memang dari dulu begitu kok suaranya. Mau gimana lagi?" katanya.

Meski begitu, Subhilhar mengaku tetap optimis dengan langkahnya. Ia lebih memilih bertawakal. Ia bilang, bahwa hasil perolehan suara di senat belum menentukan hasil akhir oleh MWA USU.

"Saya serahkan ke MWA lah. Saya serahkan pada Tuhan. Menteri juga, ya, kalau menteri melihat mana yang terbaik dari tiga itu. Kalau memang ukurannya angka-angka saya pikir sulit. Tapi kalau tahu sejarahnya tentu tidak akan pakai angka-angka lagi. Dan memang di peraturan tidak pakai angka. Jadi senat itu harus mengirimkan ke MWA tidak berdasarkan ranking," katanya, dan menolak menanggapi perihal apa yang pertama akan ia lakukan apabila ia terpilih. (amr/tribun-medan.com) 

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved