Tak Sembarangan Orang Bisa Membersihan Patung Dewa di Vihara Gunung Timur
Jelang Imlek atau tahun baru berdasarkan penanggalan Tionghoa, pengurus Vihara Gunung Timur di Medan, melakukan pembersihan patung-patung dewa.
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Randy P.F Hutagaol
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang perayaan Imlek atau tahun baru berdasarkan penanggalan Tionghoa, pengurus Vihara Gunung Timur di Medan, melakukan pembersihan patung-patung dewa, Rabu (3/2/2016).
Alwi Kholiluddin, seorang pengurus Vihara Gunung Timur bilang tak sembarangan orang bisa membersihkan patung dewa. Yang layak membersihkannya adalah mereka yang tidak mengonsumsi daging atau vegetarian.
"Ini merupakan peraturan agama dan tradisi dalam masyarakat Tionghoa. Seperti saya yang vegetarian, maka saya dapat membersihkan patung-parung di sini," ucapnya saat mengobrol dengan www.tribun-medan.com di Vihara Gunung Timur, Jalan Madras Hulu Medan, Rabu (3/2/2016).
Sebelum pembersihan patung dewa, lebih dulu dilakukan prosesi atau semacam ritual.
"Kami mengadakan sebuah prosesi seperti berdoal untuk para dewa. Dalam hal ini, kami berdoa mengantarkan para Dewa ke Khayangan menjelang Imlek," kata Alwi.
Vihara ini memiliki total 70 patung dewa dengan masing-masing nama. Saat berkunjung ke Vihara Gunung Timur, www.tribun-medan.com berkesempatan melihat pembersihan Dewa Machu atau Dewa Laut yang memiliki peranan menjaga daerah laut dan para nelayan.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vihara-gunung-timur_20160203_150551.jpg)