Hari Pers Nasional, PUSSIS Unimed Gelar Pameran Koran dan Majalah Jadul

PUSSIS-Unimed akan mengadakan pameran bertajuk 130 Tahun Surat Kabar dan Majalah Yang Terbit di Medan (1886-2016) pada Selasa, 9 Februari 2016.

Tayang:
Tribun Medan/ Abul Muamar
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam rangka perayaan Hari Pers Nasional tahun ini, Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (PUSSIS-Unimed) akan mengadakan pameran bertajuk 130 Tahun Surat Kabar dan Majalah Yang Terbit di Medan (1886-2016) pada Selasa, 9 Februari 2016.

Pameran ini digelar selama tiga hari, hingga 11 Februari 2016, di Gedung Digital Library Lantai 1 Unimed.

Dalam pameran ini, akan dipamerkan sekitar 80 koran dan majalah, baik berupa repro maupun asli yang berasal dari Belanda, Jerman, dan juga kumpulan koran dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Solo.

Beberapa koran yang akan dipamerkan antara lain koran Belanda yang khusus diterbitkan di Medan untuk warga elite Medan, seperti Sumatra Courant yang terbit tahun 1883, juga Deli Courant (1885). Selain itu, juga akan ditampilkan koran-koran berbasis etnik dan nasionalisme awal dari berbagai etnik seperti, Anak Batak (1928), Soeara Batak (1928), Soeara Dairi (1923), Bintang Karo (1930), Tjermin Karo (1925), Mandailing (1923), dan Soera Bondjol (1920).

Juga ada dua surat kabar elite (priyayi) Jawa di Deli yang akan dipamerkan, yakni Soeara Djawa (1916) dan Sedar (1930).

Koran-koran yang berkaitan dengan semangat nasionalisme, bahkan yang mendahului munculnya nasionalisme di Pulau Jawa, juga akan dipamerkan. Seperti misalnya Koran Benih Merdeka (1916), yang merupakan koran pertama di Indonesia yang berani menggunakan kata "merdeka" sebagai nama koran.

Juga beberapa koran perempuan progresif, seperti Perempuan Bergerak (1919), Soeara Iboe (1932), Boroe Tapanoeli (1940), dan Doenia Wanita (1949).

Koran lain yang juga akan dipamerkan, yakni Soeloeh Merdeka (1946), Immanuel (1911), Atjeh Simbun (1943), dan Asahan (1927)

Selain itu, juga akan dipamerkan beragam majalah Islam, seperti Al Islam (1954), Menara Islam (1954), dan Islam Berdjuang (1957).

Kepala PUSSIS-Unimed, Ichwan Azhari, mengatakan, 80 koran dan majalah klasik ini membuktikan bahwa dalam kurun waktu 130 tahun (1886-2016), pers di Sumatera Utara memperlihatkan kekayaan intelektual dan dinamika masyarakat dalam proses pembentukan negara baru Indonesia.

"Pameran ini, di samping mengundang akademisi dan masyarakat luas, juga akan mengundang pimpinan redaksi dan wartawan surat kabar yang ada di Medan," katanya, sesuai dengan rilis yang diterima www.tribun-medan.com, Jumat (5/2/2016).

Pameran ini digelar berkerjasama dengan Museum Sejarah Pers Medan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan.

Adapun perayaan puncak Hari Pers Nasional tahun ini akan digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan akan hadir di sana.

(amr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved