Merayakan Imlek Bersama di "Pulau Seribu Masjid"

Untuk pertama kalinya perayaan Imlek bersama akan diselenggarakan di Lombok, "pulau seribu masjid", Nusa Tenggara Barat (NTB).

KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA
Menjelang perayaan imlek, Vihara Bodhi Dharma di Ampenan, Kota Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai berbenah, Kamis (4/2/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, MATARAM -  Untuk pertama kalinya perayaan Imlek bersama akan diselenggarakan di Lombok, "pulau seribu masjid", Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua panitia Imlek, Bing Hamidi mengatakan, perayaan Imlek bersama di Lombok merupakan cermin kebersamaan dan kerukunan, antara etnis Tionghoa dengan masyarakat lokal setempat.

"Salah satu simbol kerukunan, kita akan tunjukkan pada dunia bahwa Lombok aman dan kita bisa hidup berdampingan bersama-sama," kata Bing, di Mataram, Minggu (30/1/2016).

Puncak acara imlek bersama yang dikemas dalam "Silaturahmi Budaya Tionghoa dan Nusantara" rencananya akan diselenggarakan di Cakranegara, Kota Mataram, pada 20 Februari 2016.

Bing mengatakan, jalan-jalan di seputaran Cakranegara nantinya akan dipercantik dengan hiasan lampion untuk menghadirkan suasana Chinatown di Lombok.

Menurut Bing, dalam rangka merayakan Imlek kali ini, rombongan kesenian dari China akan berkolaborasi dengan kesenian daerah Lombok.

Atraksi kesenian Tionghoa seperti barongsai dan liong akan berkolaborasi dengan kesenian daerah seperti gendang beleq serta beberapa tari-tarian tradisional dari Suku Sasak (Lombok), Samawa (Sumbawa), dan Mbojo (Bima).

"Kami akan tunjukkan kebersamaan kami dengan masyarakat yang ada di Pulau Lombok. Karena kan tahun baru Imlek bukan hanya tahun baru orang Tionghoa saja, tapi termasuk libur nasional," kata Bing.

Ia berharap, perhelatan Imlek bersama di Lombok dapat menarik antusias wisatawan domestik dan luar negeri berkunjung ke "pulau seribu masjid". (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved