Kemendagri Pertimbangan Tidak Lantik Amran Sinaga

"Prinsipnya kalau posisinya terpidana menjelang pelantikan kami akan pertimbangkan untuk tidak dilantik," kata Sumarsono.

Kemendagri Pertimbangan Tidak Lantik Amran Sinaga
Tribun Medan / Royandi
JR Saragih dan Amran Sinaga (kanan) usai mendaftar ke KPU Simalungun, Senin (27/7/2015). 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri masih mempertimbangkan pelantikan Wakil Bupati Simalungun, Amran Sinaga. Hal tersebut dikarenakan Amran dililit perkara hukum.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono mengatakan, prinsipnya jika Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga bermasalah dengan hukum, Kemendagri akan mempertimbangkan untuk tidak dilantik.

"Posisinya kalau terpidana, kalau sudah dilantik saja harus diberhentikan. Apalagi kalau belum dilantik."

"Prinsipnya kalau posisinya terpidana menjelang pelantikan kami akan pertimbangkan untuk tidak dilantik," kata Sumarsono kepada wartawan, Jumat (19/2/2016).

Walaupun hanya wakilnya saja yang bermasalah, menurut Sumarsono, Kemendagri masih mengkaji kasus terebut.

Namun sejauh ini, belum ada keputusan bagaimana pengangkatan kepala daerah yang menjadi terpidana.
"Tapi kan hanya wakilnya saja kan. Ini kami masih dalam kajian belum ada keputusan. Kami mau minta petunjuk sama Mendagri," ujar Sumarsono.

Menurut dia, dalam Undang undang memang tak diatur secara jelas.

Sebab, dalam pelantikan itu satu paket, artinya kepala daerah dan wakilnya.

Karena itu pihak Kemendagri akan menafsirkan dari regulasi yang ada, apakah pelantikan satu paket atau tidak.
Demi sensitifitas pertimbangan antikorupsi dan hukum, Kemendagri juga akan mempertimbangkan tidak dilantik dahulu.
Tapi itu masih menuggu keputusan Mendagri.

"Saya akan berikan pertimbangan demi sensitifitas terhadap antikorupsi dan hukum sebaiknya akan mempertimbangkan tidak dilantik dulu," imbuhnya.

Seperti diketahui JR Saragih-Amran Sinaga merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Amran divonis bersalah oleh Mahkamah Agung dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara.‎ (Edwin Firdaus)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved