Pekerja Sedang Buat Pancang Rel Kereta Layang di Yanglim Plaza
M Yusuf, Kasi Prasarana Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara mengatakan, pembangunan elevated dilakukan secara paralel
Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - M Yusuf, Kasi Prasarana Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara mengatakan, pembangunan elevated dilakukan secara paralel dari arah Bandar Kalipah menuju Medan dan sebaliknya.
"Setelah itu, diteruskan ke arah Binjai serta Belawan. Kini, pekerja tengah membuat lubang di kawasan Yanglim Plaza untuk pembangunan tiang pancang (pilar-pilar). Adapun jarak antar pilar (tiang) 30 hingga 40 meter," katanya di kantornya, Jalan Timor, Sabtu (20/2/2016).
Dia menambahkan, ada banyak pilar-dalam pembangunan elevated itu. Tapi, untuk pembangunan stasiun baru di kawasan Mandala batal. Sehingga, kereta api yang melintas di elevated (rel layang) hanya berhenti di Stasiun Besar Medan dan Stasiun Bandara Internasional Kualanamu.
"Jadi elevated khusus untuk kereta ke bandara saja,” ujarnya.
Dia bilang, rencananya pembangunan elevated selesai pada akhir 2017 mendatang. Karena itu, elevated beroperasi di awal 2018 dengan panjang lintasan delapan kilometer.
"Adapun kontrak pembangunan selama tiga tahun, mulai akhir 2015 hingga akhir 2017," katanya.
Ia mengungkapkan, anggaran pembangunan proyel elevated mencapai Rp 2,8 triliun. Ke depannya tahap akhir pembangunan dari Medan menuju Binjai yang panjang lintasannya mencapai tujuh kilometer hingga Stasiun Sunggal.
"Sedangkan, ke arah Belawan ke arah kilometer 1,3. Proyek dikerjakan serentak oleh kontraktor,” ujarnya.
(tio/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/edi-sukmoro-tribun-medancom_20151212_231502.jpg)