Eksekusi Hukuman Amran Tak Pengaruhi Penetepan Calon Kepala Daerah Terpilih

"Biarpun tidak ada pengaruhnya, kami akan tetap konsultasikan kepada KPU RI dan KPU Sumut," ujarnya.

Eksekusi Hukuman Amran Tak Pengaruhi Penetepan Calon Kepala Daerah Terpilih
Tribun Medan/ Royandi Hutasoit
Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Ketua Komisi Pemilihan Umum Adelbert Damanik mengatakan, eksekusi hukuman calon Wakil Bupati Simalungun terpilih, Amran Sinaga tidak mempengaruhi agenda KPU Simalungun menetapkan pasangan kepala daerah terpilih.

"Tidak ada pengaruhnya dengan eksekusi itu terkait penetapan kepala daerah terpilih. Pasangan JR Saragih dan Amran Sinaga kan sudah terpilih, jadi tinggal menunggu gugatan hasil pilkadalah ini di Mahkamah Konstitusi. Hari ini terakhir, kalau tidak ada gugatan, akan kita tetapkan," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (22/2/2016).

Namun kata Adelbert, permasalahan sudah diseksekusinya Amran Sinaga akan mereka sampaikan kepada KPU RI dan KPU Sumut.

"Biarpun tidak ada pengaruhnya, kami akan tetap konsultasikan kepada KPU RI dan KPU Sumut. Kami minta pendapat mereka. Ini langsung kami surati," ujarnya.

Menurut Adelbert apakah JR Saragih dan Amran Sinaga akan dilantik atau tidak bukanlah gawean mereka.

"Soal dilantik dan tidak dilantik terserah Mendagri itu, yang pasti tahapan sudah kita laksanakan," ujarnya.

Kata Adelbert mereka saat ini sedang di Jakarta untuk melakukan konsultasi ke KPU RI seraya menunggu apakah ada gugatan di MK. "Kalau hari ada gugatan akan kita tunda pengumumuman siapa yang terpilih, dan akan kita rampungkan dulu gugatanya. Kalau tidak ada langsung kita umumkan dan kita ajukan melalui DPRD untuk dilantik," ujarnya.

Amran Sinaga diserahkan ke Lapas II A Siantar oleh Kejaksaan Simalungun hari ini pada pukul 09:00. Penyerahan Amran Sinaga ini dilaksanakan oleh Kasipudum Kejaksaan Simalungun, Anggara.

Amran Sinaga adalah Calon Wakil Bupati Simalungun yang mendapingi JR Saragih dan menjadi pemenang dalam Pilkada Simalungun yang berlangsung Februari 2016 lalu.

Amran Sinaga divonis bersalah oleh Mahkamah Agung tahun 2014 dalam kasus penyalahgunaan wewenang semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Simalungun.

Dalam putusan Mahkamah Agung tertulis bahwa Amran Sinaga dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan atau turut melakukan perbuatan sebagai pejabat yang berwenang menerbitkan izin tidak sesuai dengan tata ruang.

Mahkamah Agung menjatuhkan vonis kepada terdakwa selama empat tahun dan memerintahkan terdakwa supaya ditahan. Putusan tersebut disidang oleh Hakim Ketua Dr Artidjo Alkostar SH. LLM, Hakim Anggota Prof Dr. surya Jaya SH. MH dan Sri Murwahyuni SH. MH. (cr7/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved