Maspriadi Tak Pernah Bilang Dia Korban Ledakan Kembang api
Maspriadi anggota Satpol PP Kota Binjai, yang menjadi satu dari korban ledakan mercon/kembang api saat perayaan sembahyang tebu
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Maspriadi anggota Satpol PP Kota Binjai, yang menjadi satu dari korban ledakan mercon/kembang api saat perayaan sembahyang tebu di Wihara Brahrang ternyata tidak pernah mengeluhkan dia menjadi salah satu korban ledakan tersebut.
"Gak ada kami keluarga yang tahu, dia terkena kembang api, cuman tadi lah dengar cerita dari kawan-kawannya dia terkena kembang api dan sering mengeluhkan sakit," ucap Samini mertua Maspriadi kepada tribun, Senin (22/2/2016).
Keluarga sendiri sambungnya heran, dengan meninggalnya Maspriadi. Pasalnya pada minggu kemarin (21/2/2016) dirinya masih sempat pergi undangan ke daerah payaroba.
"Masih sempat dia undangan, cuman memang gelagatnya aneh," jelasnya.
Masih kata Samini, bila biasanya ia selalu pergi undangan dengan ponakanya, tapi saat minggu semalam dirinya tidak mau.
"Biasanya dia kan pergi sama ponakkan, tapi semalam tak mau. Dia bilang pingin pergi sendiri dan tak mau di temani," ucapnya.
Hanya saja, sebelum meninggal Maspriadi sambungnya sempat cerita sama anaknya bahwasannya kupingnya sering mendenyut. Tidak hanya itu, di kamarnya juga ditemukan adanya obat tetes kuping.
"Dia memang tidak pernah mengeluh, cuman kawan-kawanya yang bilang dan mendiang juga pernah cerita sama anaknya," jelasnya.
(ari/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-maspriadi-semasa-hidup-tribun-medancom_20160222_182816.jpg)