Budiman Sulap Honda Brio Ceper Plus Sentuhan Racing

Saat pertama kali belajar tentang otomotif, ia belajar memodifikasi mobil Toyota Rush dengan konsep Stance.

Budiman Sulap Honda Brio Ceper Plus Sentuhan Racing
Tribun Medan/ Nikson Sihombing
Mobil Honda Brio milik Muhammad Arief Budiman dimodifikasi dengan konsep ceper. Foto diperagakan oleh model Melieza Anisa. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nikson Sihombing

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suka dunia modifikasi sejak empat tahun lalu membuat Muhammad Arief Budiman memodifikasi mobilnya. Ia sudah suka dunia otomotif sejak masih kelas 2 SMA. Kini, mahasiswa semester enam jurusan akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini semakin menyukai modifikasi sejak diberikan sebuah mobil oleh orangtuanya.

Saat pertama kali belajar tentang otomotif, ia belajar memodifikasi mobil Toyota Rush dengan konsep Stance. Namun kini ia menggantinya dengan mobil yang berukuran lebih kecil yakni Honda Brio. Honda Brio tersebut, ia modifikasi dengan konsep yang sama yaitu Stance.

Namun yang membuat berbeda dengan mobilnya terdahulu ialah menggabungkannya dengan konsep ala racing. Ia sendiri menyukai racing karena tampilannya lebih keren. Mobil ala racing itu dibuatnya tampil lebih ceper hingga hampir menyentuh aspal.

Pria yang akrab disapa Arief ini mengatakan, alasan membuat ceper bukan sekadar tampilan saja. Tapi juga karena fungsinya agar tidak terbalik ketika melaju di tikungan. Selain itu juga menjadi lebih stabil.

"Aku pernah ikut balapan resmi di Lanud. Saat itu aku ikut lomba balap untuk kejuaraan daerah dan kejuaraan nasional. Meskipun tidak menang, tapi aku merasa sangat senang dengan mobilku karena stabil," ujarnya saat ditemui di Stadion Mini, Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (24/2/2016).

Putra dari Rahmat Yasti ini mengatakan untuk membuat mobil ala racing butuh waktu pengerjaan selama dua minggu. Bagian paling susah selama pengerjaan ialah mencari ban ukuran 165/40. Tak hanya itu, ia juga sangat kesusahan mencari X-Bar yang ada di bagasi mobil.

Anggota klub Continue ini mengatakan, untuk mencari pelek ia memesan langsung dari Depok karena tidak ada di Medan. Sedangkan X-Bar ia pesan dari Bogor. Total biaya X-Bar dan pelek sebanyak Rp 14 juta. Sedangkan total secara keseluruhan Rp 20 juta.

"Ukuran bannya lebih kecil dan tipis karena sesuai konsep racing dan menyusaikan konsep Stance. Konsep ala racing lainnya ialah dengan membuat X-Bar agar bodi bagian mobil lebih stabil. Aku juga buat jok ala racing yang hanya menyisakan dua bangku saja," katanya mengakhiri.

(cr6/tribun-medan.com)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved