Jalan Pemuda, Pusat TST yang Tak Pernah Sepi

Menurutnya minuman ini campuran dari teh, susu, telur maka dari itu di beri nama TST. TST populer sama seperti minuman khas wedang jahe di Jawa.

Jalan Pemuda, Pusat TST yang Tak Pernah Sepi
Tribun Medan/Silfa Humairah
Pengunjung menikmati TST di salah satu warung di Jalan Pemuda. 

Laporan wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menyeruput TST, minuman olahan khas Kota Medan, di Jalan Pemuda, Medan, hingga dini hari tetap jadi kegiatan yang diminati.

TST adalah campuran Teh Susu Telur yang disingkat atau sering disebut TST oleh masyarakat Kota Medan dan sekitarnya.

Minuman ini banyak dijual di pinggir-pinggir jalan saat malam hari. Para pelancong biasanya kerap berburu TST tengah malam untuk merasakan suasana malam kota Medan sekaligus minum TST yang konon bisa menambah energi dan stamina.

Irwan, pegawai, menuturkan minuman ini paling banyak digemari oleh anak muda. Mulai dari aktifitas nonton pertandingan sepak bola, nongkrong hingga internetan di warung ini, minuman yang dipesan adalah TST.

"Hampir tiap malam warung TST tidak pernah sepi hingga dini hari. Buka mulai pukul 19.30, pengunjung terus berdatangan hingga dini hari pukul 05.00 warung tutup. Ya sepanjang jalan Pemuda memang membuka warung untuk anak muda atau pelancong yang ingin nongkrong hingga pagi, rata-rata warung menawarkan menu makanan nasi goreng, aneka mie dan minuman andalan TST panas," katanya.

Menurutnya, minuman ini campuran dari teh, susu, telur maka dari itu di beri nama TST. TST populer sama seperti minuman khas wedang jahe di Jawa.

"Bahan dasar olahannya diyakini baik untuk tubuh dan menambah stamina. Seperti kuning telur dan susu yang kita tahu mengandung protein dan menyehatkan tubuh," jelasnya.

Cara membuatnya pun sebenarnya gampang, tapi semua bahan harus pas takarannya. Pertama pecahkan telur 1 butir untuk segelas TST dan ambil kuning telurnya saja, kocok sampai mengental dan mengeluarkan seperti busa warna putih. Ambil susu kental manis tuangkan kira kira setengah gelas lalu kita ambil teh tuangkan sampai penuh dan kita aduk lagi sampai merata.

"Untuk penambah rasa diberi madu sedikit, garam sedikit saja, kemudian jeruk nipis untuk penghilang amis telur," jelasnya.

Rinanda, pengunjung asal Padang, menuturkan menyukai rasa minuman TST yang cukup kental tersebut.

"Rasa telur dan susunya cukup pekat dan beraroma tapi setelah diperas potongan kecil asam jeruk jadi wangi. Rasa manis susu dan kuning telurnya juga cukup kuat hingga menyeruputnya pun harus sedikit-sedikit. Tapi enak diminum saat panas sambil menyantap cemilan yang disediakan di atas meja seperti kerupuk emping dan sate kerang Medan," tambahnya.

Pergelasnya TST dibandrol Rp 10 ribu, bagi yang ingin santapan menu berat juga dapat memesan nasi goreng Rp 15 ribu dan aneka mie Rp 12 ribu, sedangkan kerupuk emping perbungkusnya Rp 5 ribu dan sate kerang pertusuk Rp 5 ribu.

Jika anda ingin harga lebih mereng alias murah, bisa mencari warung TST di Jalan Halat, di sana sepanjang jalan juga menjual TST hingga pukul 03.00 dini hari. Tapi lebih sering ramai oleh komunitas bola atau anak muda nonton bola, karena di sana rata-rata warung menyediakan tv layar besar untuk nonton bareng. (sil/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved