Harga Jual Rendah, Peternak Ayam di Sumut Merugi

Menurutnya, selain harga jual yang terbilang rendah, harga ayam masih terus dikuasai pihak PMA dan PMDN.

Harga Jual Rendah, Peternak Ayam di Sumut Merugi
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Pedagang daging ayam melayani pembeli. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar forum diskusi Desiminasi Usulan Kebijakan Persaingan 'Penataan Pasar Ayam Ras di Indonesia', bersama stakeholder asosiasi peternak, pedagang dan instansi pemerintah lainnya. Acara ini digelar di Wong Solo, Polonia, Medan, Sabtu (27/2/2016).

Dalam acara ini, Ketua Umum Asosiasi Peternak Rakyat Indonesia (Aspari) Sumatera Utara (Sumut), Zulkarnaen mengatakan, selama ini peternak kerap mengalami kerugian. Disampaikannya, hal itu terjadi karena Perusahaan Modal Asing (PMA) maupun Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penyebab kerugian peternak.

Menurutnya, selain harga jual yang terbilang rendah, harga ayam masih terus dikuasai pihak PMA dan PMDN. Dalam persoalan ini, keduanya dinilai melakukan praktek monopoli dan oligopoli atas harga jual di bawah modal.

"Ini harga tidak sesuai, harga jual di bawah modal. Selain itu tidak ada jaminan kualitas bibit, pakan, dan obat-obatan. Bibit yang dikeluarkan perusahaan PMA ataupun PMDN tidak sesuai dengan standar yang dijual di pasaran. Sehingga pada tahap pemeliharaan menimbulkan kerugian," ujarnya.

Dijelaskannya, pabrik menyepakati secara bersama-sama dengan Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMK) untuk menentukan harga pakan dan menjamin keuntungan pabrik pakan.

"Mereka itu menyepakati, harga jual daging ayam di bawah modal. Seperti modal Rp 16 ribu, dijual jadi Rp 11 ribu. Ada lagi modal Rp 25 ribu, dijual jadi Rp 20 ribu," ungkapnya. (raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved