Harga Beras Tidak Stabil, Bulog Sumut Siap Operasi Pasar

A Cin optimis harga beras akan segera bisa stabil.

Harga Beras Tidak Stabil, Bulog Sumut Siap Operasi Pasar
Tribunnews

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Humas Bulog Sumut, Rudi Adlin mengatakan, harga beras yang tidak stabil disebabkan adanya panen raya yang tidak serentak. Untuk di beberapa daerah di Sumut seperti kabupaten Simalungun dan Deliserdang mempunyai cukup lahan pertanian, hanya saja panen yang selalu tidak serentak.

"Petani Sumut beda dengan petani di Jawa, tidak sama masa tanam padi sehingga panen pun ikut berbeda. Namun begitupun jika ada kenaikan harga beras kita siap untuk operasi pasar di tiap daerah," katanya Kamis (3/3/2016).

Seorang distributor beras di Pusat Pasar Medan, A Cin membenarkan jika harga beras ini sudah mengalami penurunan.

"Harganya biasa dan stabil, Rp 10 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp 11 ribu," ujarnya untuk jenis IR64.

Untuk beras jenis kuku balam, harga berkisar Rp 10.500 hingga Rp 10.900 per kilogram. Begitu pula dengan beras yang dipasok dari Jawa masih bertahan di harga Rp 12 ribu.

Dengan langkah ini, A Cin optimis, harganya akan bisa stabil. Dengan catatan pemerintah juga melakukan kualitas kontrol terhadap produksi.

"Karena beras ini tergantung kondisi alam," ujarnya. (raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved