Setiap Tahun, Ratusan Ribu Bayi di Indonesia Lahir dengan Kelainan Bawaan

Untuk keduanya kalinya, Indonesia memperingati Hari Kelainan Bawaan Sedunia atau World Birth Defect Day setiap tanggal 3 Maret.

Setiap Tahun, Ratusan Ribu Bayi di Indonesia Lahir dengan Kelainan Bawaan
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Untuk keduanya kalinya, Indonesia memperingati Hari Kelainan Bawaan Sedunia atau World Birth Defect Day setiap tanggal 3 Maret.

Berdasarkan data WHO SEARO tahun 2010, dipekirakan prevalensi kelainan bawaan di Indonesia sebanyak 59.3 per 1000 kelahiran hidup. Maka, ada sekitar 295.000 kasus kelainan bawaan per tahun di Indonesia, jika setiap tahun lahir 5 juta bayi di Indonesia.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Eni Gustina melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan, kelainan bawaan cukup besar memberikan kontribusi sebagai penyebab kematian neonatal atau bayi baru lahir.

Berdasarkan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012, angka kematian bayi di Indonesia adalah 32 per 1000 kelahiran hidup dan kematian neonatal sebanyak 19 per 1000 kelahiran hidup.

Adapun data laporan Riset Kesehatan Dasar 2007 menunjukkan, sebesar 1,4 persen bayi baru lahir pada usia 0-6 hari pertama kelahiran dan 18,1 persen bayi baru lahir usia 7-28 hari, meninggal karena kelainan bawaan.

“Di samping menyebabkan kematian neonatal, kelainan bawaan juga merupakan penyebab bayi lahir mati dan abortus spontan. Bila pun bayi bertahan hidup, banyak diantaranya yang menjadi penyandang disabilitas dan mengidap penyakit kronis," terang Eni.

Eni mengatakan, kelaianan bawaan yang paling banyak ditemukan adalah dari kelompok sistem muskulo skeletal, yaitu 22,3 persen, sistem saraf (anenchepali, spina bifida dan meningochele) sebesar 22 persen, celah bibir dan langit-langit 18,5 persen dan omphalocele 12,5 persen. Data tersebut berdasarkan surveilans 15 jenis kelainan bawaan dengan kriteria, kelainan bawaan yang dapat dicegah, mudah dideteksi dan dapat dikoreksi.

Surveilans sentinel dilakukan Kementerian Kesehatan dengan 13 rumah sakit terpilih di 9 provinsi sejak September 2014.

Eni mengatakan, penyebab utama kelainan bawaan adalah faktor genetik, infeksi, dan faktor lingkungan.

Namun, cukup banyak kelainan bawaan yang sebenarnya dapat dicegah. Misalnya dengan pemberian vaksinasi dan konsumsi zat tertentu, seperti asam folat dan iodium, menghindari mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh dokter, tidak konsumsi minuman yang mengandug pengawet dan pewarna buatan.

Eni pun mengajak ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat. Sesuai tema peringatan tahun ini, yaitu ”Cegah Bayi Lahir Cacat dengan Terapkan Pola Hidup Sehat Sebelum dan Selama Kehamilan”.

Untuk itu, jangan konsumsi alkohol dan hindari asap rokok selama kehamilan. Hindari pula terpapar dari bahan berbahaya dan beracun seperti timbal, merkuri dan pestisida. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved