Kampanye Cinta Kuliner Nusantara, Komunitas Boemi Poetra Bagi Dodol di Jalan

"Gerakan ini murni untuk mengajak orang Indonesia kembali mencintai kulinernya sendiri. Mari, lawan makanan asing," katanya.

Tayang:
Tribun Medan/Array A Argus
Komunitas Boemi Poetra saat melakukan giat kampanye mengajak masyarakat mencintai kuliner Indonesia di Jalan Puteri Hijau, Jumat (4/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dodol, satu dari sekian banyak makanan tradisional Indonesia. Selama ini, dodol pun sudah dikenal masyarakat Indonesia sebagai camilan. Meski sudah kerap dikenal masyarat, sayangnya dodol dan makanan tradisional Indonesia lainnya kerap dikesampingkan seiring masuknya berbagai makanan asing seperti pizza dan hamburger.

"Sekarang ini lidah masyarakat kita sudah teracuni dengan makanan-makanan asing. Apalagi, banyak sudah masyarakat kita yang lupa akan makanan tradisional Indonesia," kata Ilham, dari Komunitas Kenduri Kopi didampingi Inisiator Boemi Poetra, Indra Gunawan, saat menggelar kampanye mengajak masyarakat kembali mencintai makanan tradisional Indonesia di Jalan Putri Hijau Medan, Jumat (4/3/2016) sore.

Menurut Ilham, sering berkembangnya waktu, makanan instan luar negeri atau yang lebih dikenal dengan sebutan junkfood sudah meracuni lidah orang Indonesia. Kata dia, dengan mencintai produk luar negeri, secara tidak langsung masyarakat akan memiskinkan pengusaha kecil yang bergelut dalam bidang kuliner, khususnya makanan camilan Indonesia.

"Kenapa kami membagi-bagikan dodol? Dodol ini mewakili makanan khas orang Indonesia. Gerakan ini murni untuk mengajak orang Indonesia kembali mencintai kulinernya sendiri. Mari, lawan makanan asing," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Indra Gunawan. Inisiator Boemi Poetra ini mengatakan bahwa junkfood membawa penyakit bagi masyarakat.

"Kami mencoba menggugah kesadaran masyarakat, bahwa makanan tradisional Indonesia ini memiliki gizi yang cukup. Seperti halnya dodol. Makanan ini kan memiliki kalori yang seimbang. Dan yang pastinya makanan tradisional Indonesia tidak dibuat secara instan," kata Indra.

Dalam kesempatan itu, Indra dan rekan-rekan Boemi Poetra mengajak masyarakat untuk mencintai makanan khas Indonesia. Dengan mencintai makanan tradisional Indonesia, maka kita semua mendukung industri kecil, khususnya pembuat kuliner Indonesia.

Pada acara yang cukup sederhana itu, Boemi Poetra menampilkan musik dan puisi di pinggir jalan. Selain itu, mereka juga membagikan dodol gratis yang bisa langsung disantap para pengguna jalan.(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved