Ini Penyebab Uba Pasaribu Bentuk Ikatan Pemulung Sejahtera Medan
"Ketika saya tanya kenapa bapak masih memulung pada usia segini? Ia bilang saya tak punya siapa-siapa," ujarnya.
Penulis: Tommy Simatupang |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Uba Pasaribu trenyuh melihat seorang kakek yang baginya sudah tidak layak lagi memulung di Deliserdang. Pada saat itu, ia yang sedang mencari-cari botot untuk dikumpulkan sangat sedih melihat kakek tersebut.
"Saat itu tahun 2012, saya mencari botot. Ketika saya tanya kenapa bapak masih memukung pada usia segini? Ia bilang saya tak punya siapa-siapa," ujarnya dengan nada sedih di rumahnya di Kampung Lalang, Sabtu(5/3/2016).
Dari situlah katanya ia berinisiatif membentuk sebuah organisasiyang bertujuan untuk mensejeterahkan para pemulung. Organisasi itu diberi nama, Ikatan Pemulung Sejahtera Medan.
Pada tahun 2012 pula organisasi ini telah diberikan izin oleh Kesbangpolinmas. Saat ini telah mencapai tiga ribu anggota. Baginya membentuk organisasi ini sebagai wadah mencurahkan kesedihan para anggota.
"Mereka bisa datang ke rumah yang kebetulan dijadikan sekretariat. Segala hal tentang kesedihan di dunia pendidikan, kesejaterahan, mau pun segala hal. Saya bantu mereka," jelasnya.
Bapak dari dua anak ini telah berjanji pada istrinya untuk memperjuangkan nasib para pemulung. Menurutnya, seluruh pemulung berhak mendapatkan bantuan.
"Keluarga pemulung dan anak pemulung wajib mendapatkan bantuan. Tapi mereka tidak tahu cara mendapatkannya. Maka kami bantu." kata pria yang memiliki motto berkarya dalam badai..
Tak hanya itu, kegiatan ibadah juga digelar demi menjaga akhlak para pemulung. (cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/uba-pasaribu-saat_20160228_203553.jpg)