Pembiayaan Ekonomi Kreatif Berpotensi Mencapai Rp 7 triliun

Perusahaan pembiayaan sedang mengubah citra dari penyalur kredit kendaraan bermotor menjadi penyalur kredit modal kerja.

Pembiayaan Ekonomi Kreatif Berpotensi Mencapai Rp 7 triliun
KOMPAS.com/Kristianto
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA -  Kelompok kerja (Pokja) pembiayaan berorientasi ekspor, ekonomi kreatif dan pembiayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) memetik hasil jerih payahnya. Efektif empat bulan setelah di bentuk pada September lalu, Pokja yang terdiri dari 10 perusahaan pembiayaan ini telah menggelontorkan pembiayaan ekonomi kreatif sebesar Rp 4,3 triliun.

Direktur Pengawasan Pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Andra Sabta memperkirakan, potensi pembiayaan ekonomi kreatif ini bisa mencapai Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun hingga akhir tahun 2016.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno Siahaan mengatakan, perusahaan pembiayaan sedang mengubah citra dari penyalur kredit kendaraan bermotor menjadi penyalur kredit modal kerja. Saat ini, ada sepuluh identitas perusahaan pembiayaan yang siap menyalurkan pembiayaan berorientasi ekspor, ekonomi kreatif dan pembiayaan UMKM.

Mereka adalah PT BFI Finance Indonesia, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Al Ijarah Indonesia Finance, PT Astra Multi Finance, PT Trihamas Finance, PT Mega Finance, PT Prokar International Finance. Selain itu, ada PT Sinar Mitra Sepadan Finance, PT Sinarmas Multi Finance dan PT Olympindo Multi Finance.

Awalnya, APPI menargetkan kesepuluh perusahaan pembiayaan ini dapat menyalurkan kredit sebesar Rp 500 miliar kepada ekonomi kreatif, industri berorientasi ekspor dan UMKM. Namun, selama empat bulan pertama, realisasinya sudah mencapai sembilan kali lipat dari target. (Dina Farisah/Kontan)

Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved