"Tak Ada Kacamata, Lembar Rontgen Pun Jadi"

Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak punya kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari, Bayu Septianto (26) mengantinya dengan kertas rontgen.

Indra Akuntono

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak punya kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari, Bayu Septianto (26) mengantinya dengan kertas rontgen.

"Sama-sama kelihatan kok. He-he-he," ujar Bayu menceritakan pengalamannya kepada Kompas.com, Rabu (9/3/2016).

Awalnya, Bayu yang merupakan warga Taman Galaxy, Bekasi, Jawa Barat itu pulang dari salat gerhana di masjid dekat rumahnya. Rupanya, fase gerhana matahari masih berlangsung. Namun, Bayu tidak memiliki kacamata khusus untuk melihat gerhana itu.

Tak hilang akal, dia mengambil lembar hasil rontgen giginya, beberapa tahun lalu. Kemudian dia mencoba mengintip melalui lembar itu di atap rumahnya.

Bayu berkeyakinan kertas antara kacamata itu dengan lembar rontgen berjenis sama. "Ehh ternyata benar, kelihatan alhamdulilah," ujar Bayu.

Rupanya, sang tetangga tertarik untuk juga melihat gerhana serupa dengan cara Bayu. Akhirnya, beberapa tetangganya menghampiri dan secara bergantian melihat gerhana dengan lembar rontgen tersebut.

"Saya memosting cara saya ini di Path. Enggak taunya ada teman saya yang juga pakai rontgen untuk lihat gerhana," ujar Bayu

Beruntung bagi Bayu dan tetangganya. Tidak perlu jauh-jauh harus ke Museum IPTEK di Taman Mini Indonesia Indah atau Planetarium untuk melihat gerhana. Bermodal kreativitas, Bayu tetap dapat menikmati pemandangan fenomena alam langka itu. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved