RS Elisabeth Akan Rawat Bayi Merah yang Ditelantarkan di Depan Kantor Gubernur
"Sikap kami, karena ini diserahkan ke kami, kamilah yang akan mengambilalih untuk perawatannya. Sampai nanti kalau si bayi diambilalih oleh Kemensos,"
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur RS Santa Elisabeth Medan, Maria Christina, menyatakan pihaknya akan merawat bayi malang yang ditelantarkan tadi pagi, di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.
"Sikap kami, karena ini diserahkan ke kami, kamilah yang akan mengambilalih untuk perawatannya. Sampai nanti kalau si bayi diambilalih oleh Kemensos," ujar Maria kepada www.tribun-medan.com, Sabtu (12/3/2016).
Soal biaya perawatan, kata Maria, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial sebagai pihak yang memiliki tanggungjawab untuk melindungi anak yang ditelantarkan.
"Kami harap KPID akan menjembatani ke Kemensos," katanya.
Adapun bayi malang ini awalnya ditemukan pertama sekali oleh Tumiar Boru Sinaga, seorang pengasong koran pagi. Bayi tersebut diletakkan persisnya di Jalan Juanda, di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, dalam tas warna ungu merek Easecox.
Di dalam tas, sang bayi dibalut dengan handuk dan kain dalam kondisi masih berdarah.
Hingga berita ini diturunkan, sang bayi masih dirawat di RS Santa Elisabeth Medan.
Semenara itu, pihak kepolisian dari Polsek Medan Baru menyatakan akan menyelidiki pelaku pembuang bayi laki-laki tersebut.
"Kami akan lidik siapa sih orangtua yang tega membuang anak ini. Kami dari intel atau reskrim akan turun. Pihak rumah sakit juga nanti bisa koordinasi dengan KPID. Apakah akan ditanggung pemerintah atau bagaimana. Karena biasanya pemerintah yang menanggung kalau kasus seperti ini," kata Kanit Binmas Polsek Medan Baru, AKP Haryani.
(amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bayi-malang-di-rumah-sakit-elisabeth-tribun_20160312_122456.jpg)