Ngopi Sore

Busana Koruptor Kita: Modis, Pertobatan atau Bentuk Ketidakpedulian?

Gatot dan Evy bukan satu kali ini saja datang ke persidangan dengan busana yang bermotif dan berwarna seragam.

Busana Koruptor Kita: Modis, Pertobatan atau Bentuk Ketidakpedulian?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
GATOT Pujo Nugroho dan Evy Susanti 

ADA satu hal yang menggelitik saya, saat seorang kawan memperlihatkan foto dari persidangan Gubernur Sumut Nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, dan istri mudanya, Evy Susanti. Beliau berdua, yang diseret ke pengadilan dan menjadi tersangka atas empat kasus korupsi, tampil kompak. Tersenyum dan melambai ke arah kamera wartawan, dalam balutan busana yang cocok satu dengan yang lain.

Motifnya serupa, warnanya pun sama. Masih mengkilap pula. Besar kemungkinan, masih baru. Oleh Evy Susanti, busana bermotif batik dengan warna dominan hitam dan coklat, disebut sebagai simbolisme kesedihan. Duka yang mendalam bagi mereka berdua, yang namun tetap berupaya dihadapi dengan besar hati.

Filosofi yang sungguh aduhai. Bahkan apabila ingin ditarik lebih panjang, bisa juga dianggap sebagai representasi kemesraan. Gatot dan Evy adalah pasangan kekasih yang melankolis. Jeruji penjara tak kuasa memisahkan mereka. Raga boleh berpisah, jiwa tetap menyatu. Konon begitu. Pergi dan pulang dari persidangan, selalu mereka bergandengan tangan.

Namun jika tarikannya diperlebar, busana yang dikenakan Gatot dan Evy ini tak berhenti pada kedua simbolisme tadi. Ada sisi kejiwaan yang terguit di sini. Gatot dan Evy bukan satu kali ini saja datang ke persidangan dengan busana yang bermotif dan berwarna seragam.

Di luar busana tahanan KPK, kalau tak salah ingat, sudah tiga kali. Dan seluruhnya serba mengkilap, hingga besar kemungkinan memang baru. Entah baru dibeli, entah baru dijahit, saya tidak mendapatkan informasi sampai sejauh itu.
Mereka berbeda sekali dengan tahanan-tahanan kasus lain yang juga menjalani persidangan. Tahanan kasus pencurian, misalnya, tak pernah tampil senecis narapidana korupsi.

Tahanan kasus perampokan atau perkosaan? Ah, untuk sekadar datang dengan kondisi fisik yang sehat wal afiat saja sudah patut disyukuri. Jangan harap bisa bergaya, apalagi sampai menyaingi kemodisan dan keeleganan Miranda Goeltom, Angelina Sondakh, atau Anas Urbaningrum.

Apakah mereka salah? Perdebatan pasti akan panjang. Koruptor, atau orang-orang yang sedang disangkakan sebagai koruptor, atau orang-orang yang dihadapkan ke pengadilan karena kasus-kasus lain, punya hak yang sama untuk urusan penampilan.

Adalah hak Gatot dan Evy mengenakan pakaian dengan motif dan warna seragam. Bahkan bukan hanya batik yang cantik seperti yang selama ini mereka kenakan. Jika mau, mereka pun berhak (dan sama sekali tidak dilarang) memakai busana unyu-unyu macam kaus merah jambu bergambar simbol 'love' atau Barbie atau Hello Kitty sekalipun.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved