Ngopi Sore

Ibu Ani yang Dianggap Lebih Hebat dari Hillary

Poster yang memampangkan sosok Ibu Ani, yang berkebaya biru, dengan wajah berseri, tersenyum, dan matanya berbinar, telah beredar luas di media sosial

Ibu Ani yang Dianggap Lebih Hebat dari Hillary
FACEBOOK
GAMBAR Ani Yudhoyono sebagai calon presiden Partai Demokrat 2019, yang beredar di media sosial. 

LANGKAH mantan Menteri Luar Negeri yang juga pernah menjadi Ibu Negara Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton, menuju White House diperkirakan mulus. Hanya keajaiban yang bisa menghalanginya memenangkan kaukus Partai Demokrat.

Hillary adalah American Sweethearth. Perempuan kesayangan. Dan apabila Donald Trump benar-benar jadi jago dari Partai Republik, peluangnya menduduki kursi yang pernah diduduki suaminya, Bill Clinton, akan semakin terbuka.

Amerika Serikat pernah memilih petani kacang dan bintang film koboi yang tidak terlalu aduhai. "Tapi Amerika tidak akan terlalu gila untuk memilih orang gila," kata Chris Brown, penyanyi R&B.

Pemilu Amerika digelar tak lama lagi. Berdasarkan jadwal, 28 November 2016. Suara Trump, sementara berada di atas Ted Cruz, sedangkan Hillary unggul jauh dari Bernard Sanders. Mungkinkah Hillary versus Trump?

Di Amerika, orang seperti Brown tak sedikit jumlahnya. Termasuk di kalangan Partai Republik sendiri. Mereka khawatir, sungguh khawatir, Demokrat akan betul-betul mempecundangi Republik jika Trump yang dimajukan untuk bertarung dengan Hillary.

Kita tinggalkan Pemilu Amerika Serikat. Kita ke dalam negeri. Lha, bukankah Pemilu Presiden masih lama? Apabila tidak ada aral melintang, tak ada situasi yang benar-benar kacau sehingga menyebabkan pemilu harus dipercepat, kita akan memilih presiden pada 2019.

Masih tiga tahun lagi. Memang masih sangat lama. Mengacu pada edisi 2014 yang berlangsung pada 9 Juli, apabila tidak ada perubahan, maka hari pencoblosan edisi berikutnya masih akan berjarak 3x365+16+31+30+6 =1178 hari dari sekarang. Masih lama. Andaikata terbukti bersalah, dalam kurun waktu ini, Saipul Jamil sudah keluar penjara dan barangkali telah menelurkan album yang antara lain berisi versi baru dari lagu "Hidup di Bui" dan "Tembok Derita".

Pertanyaannya, apakah kita sepakat bahwa 1178 hari merupakan waktu yang lama? Bagi Saipul Jamil, sekali lagi apabila ia memang terbukti bersalah dan karenanya mesti mendekam dalam bui, tentu saja akan lama. Apalagi kasusnya kurang elite. Dia harus berurusan dengan polisi karena meng-hap remaja-remaja laki-laki, bukan melakukan korupsi.

Tapi agaknya tidak bagi Pak SBY. Iya, Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia selama 10 tahun sebelum Jokowi, agaknya tidak sabar untuk kembali ke puncak kekuasaan.

Tidak sabar? Untuk apa dia tidak sabar? Bukankah dia tidak dapat lagi mencalonkan diri menjadi presiden? Undang Undang mengatur bahwa seorang Warga Negara Indonesia hanya bisa dicalonkan dan mencalonkan diri sebagai presiden apabila belum pernah menjabat presiden dalam dua periode secara beruntun.

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved