65 Ton Pupuk Oplosan Disita dari Marelan, 13 Pekerja Turut Diboyong ke Polda Sumut

Ada sekitar 65 ton pupuk yang terbungkus goni dibawa ke Polda Sumut, Kamis (17/3/2016).

65 Ton Pupuk Oplosan Disita dari Marelan, 13 Pekerja Turut Diboyong ke Polda Sumut
Tribun Medan/ Dedy Kurniawan
Polda Sumut tunjukkan sitaan pupuk subsidi dan non subsidi dari Marelan, Kamis (17/3/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyita puluhan ton pupuk non dan bersubsidi. Ada sekitar 65 ton pupuk yang terbungkus goni dibawa ke Polda Sumut, Kamis (17/3/2016). Pupuk itu disita karena diubah dari pupuk subsidi menjadi non subsidi (pengoplosan).

Lokasi gudang yang telah ditindak Polda Sumut melalui Subdit IV/Tindak Pidana Tertentu ini berada di Jalan Marelan VII Pasar I Tengah Lingkungan V Kelurahan Tanaha Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan.

""Berawal dari razia truk dan informasi warga, kami akhirnya menindak sebuah gudang yang berada di Marelan. Gudang itu dijadikan tempat kegiatan usaha merubah pupuk subsidi menjadi pupuk nonsubsidi. Dari penindakan ini kami sita 65 ton pupuk. Sebagian besar pupuk yang kami amankan masih ada di dalam truk," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Ahmad Haydar.

Kata Haydar, awalnya Subdit Tipidter Ditreskrimsus menemukan 1 unit truk Mitsubishi Fuso cokelat bernomor polisi BK 9301 CM mengangkut pupuk jenis Urea barlabel non subsidi. Penindakan ini sebelumnya juga setalah Hydar dan pihaknya mendapat informasi bahwa di Jalan Yos Sudarso Simpang Kawasan Industri Medan (KIM) I Kecamatan Medan Deli.

"Awalnya kami amankan pupuk dari sebuah truk melintas. Saat diperiksa ternyata benar membawa pupuk. Selanjutnya kami lakukan pengembangan dari mana distributor pupuk itu dan diketahui telah melanggar tindak pidana karena telah mengubah dari pupuk subsidi menjadi nonsubsidi," kata Haydar

"Saat kami periksa truk itu tidak dilengkapi dengan dokumen pengangkutan. Saat itu lebih kurang ada 30 ton yang diangkut," lanjut Haydar.

Selanjutnya dari interogasi terhadap pengemudi truk berinisial R Lubis dan kernet RS bahwa pupuk diangkut dari Gudang 88 yang berada di Marelan itu.

"Dari lokasi gudang itu ada 13 orang pekerja berikut barang bukti pupuk lainnya yang kemudian dibawa ke mari (Polda Sumut)," kata Haydar

Dalam kasus ini Ditreskrimsus Polda Sumut dengan pelanggaran Pasal 60 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman Jo Permen Pertanian No 70 2011 tentang Pupuk Organik. Selain itu juga dikenakan Pasal 30 peraturan Menteri Perdagangan RI No 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved