Ngopi Sore

Kebodohan Zaskia Gotik dan Kesaktian Pancasila

Fakta bahwa Zaskia Gotik hanya punya ijazah SD, tidak bisa dijadikan pembenaran ia dapat melakukan kebodohan yang kelewatan seperti ini.

Kebodohan Zaskia Gotik dan Kesaktian Pancasila
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
ZASKIA Gotik 

MASIH pekan yang riuh. Ada keriuhan perihal seorang mantan ibu negara yang oleh partai yang masih dikendalikan suaminya, mantan presiden itu, disorong-sorongkan untuk jadi bakal calon presiden pada pemilihan umum yang masih akan berlangsung tiga tahun lagi.

Ada pula keriuhan tentang adu jitu serangan politik. Lagi-lagi melibatkan mantan presiden itu. Ia menggelar perjalanan keliling Pulau Jawa, katanya dengan maksud untuk mendengarkan suara rakyat, sembari nyaris secara terus-menerus membanding-bandingkan antara pemerintahan yang dulu ia pimpin dengan pemerintahan sekarang. Intinya menurut dia, pemerintahannya lebih kompak, lebih baik, dan tentunya lebih berhasil.

Oleh Jokowi, presiden sekarang, serangan yang gegap-gempita ini dibalas dengan langkah yang kalem. Langkah tak terduga. Kurang lebih seperti langkah Bobby Fisher pada partai keenam pertandingan perebutan juara dunia catur kontra Boris Spassky di tahun 1972.

Jokowi mendatangi mega proyek Hambalang, proyek mercusuar yang gagal dari mantan presiden itu. Cukup dengan geleng-geleng kepala, lalu bilang, pemerintahan yang dipimpinnya akan berupaya menyelamatkan aset negara yang telah menghabiskan dana triliunan rupiah ini, maka berantakanlah seluruh serangan yang ditujukan untuknya.

Aksi saling serang ini menarik, melulu karena lucu. Lucu melihat aksi saling balasnya. Lebih lucu lagi melihat reaksi para pendukung keduanya, yang makin ke sini, makin terampil dan kreatif dalam mengejek.

Tapi saya lebih tertarik pada keriuhan yang lain. Keriuhan yang disulut oleh penyanyi dangdut kelas dua bernama Zaskia Gotik yang terancam mendapatkan sanksi hukum lantaran dinilai menghina Pancasila, lambang negara kita yang konon katanya sakti itu.

Zaskia Gotik dilahirkan 25 tahun yang lalu sebagai Surkianih. Saat mulai menyanyi dangdut dari panggung ke panggung, ia mengarang nama alias yang lumayan kedengaran enak di telinga: Zaskia Shinta. Belakangan, Shinta yang mengekor di belakang Zaskia, diganti menjadi Gotik, akronim Goyang Itik, yakni gaya Surkianih alias Zaskia saat bergoyang mengikuti alunan dangdut. Gaya menggal-menggol, mirip itik yang sedang berjalan.

Tidak seperti sebagian rekannya yang mendadak sok keren, sok high class, sok jet set, bahkan berlagak seperti elite-elite di DPR atau para pengamat dunia akhirat yang piawai melontar pendapat (sekalipun tiada jarang pendapat itu sesungguhnya omong kosong belaka), Zaskia Gotik justru memelihara keluguannya. Ia mengaku tidak pintar dan berpendidikan rendah.

"Eneng, mah, hidup begini saja sudah syukur. Allah memberikan rezeki banyak untuk Eneng, dulu tidak bisa sekolah tinggi, Alhamdulillah bisa seperti sekarang. Kalau ada cobaan-cobaan, Eneng coba menjalaninya dengan ikhlas," katanya, yang dikutip banyak media, saat mentah-mentah ditipu seorang lelaki bernama Vicky Prasetyo.

Vicky yang kerap berbicara dengan pilihan kata dan kalimat yang sulit, namun berantakan dan serba ngawur ini, nyaris saja menikahinya. Acara pertunangan mereka berlangsung megah, meriah, diliput banyak stasiun televisi, dan di sanalah kedok Vicky terbongkar.

Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved