Paskah 2016

Ibu-ibu Perankan Jalan Salib Agar Aktif di Gereja

Sejumlah ibu-ibu anggota jemaat HKBP Cinta Damai memerankan prosesi Jalan Salib untuk lebih mendalami besarnya cinta kasih

Penulis: Tommy Simatupang |
Tribun Medan / doc
Sejumlah ibu jemaat HKBP Cinta Damai Medan Sunggal memmerankan prosesi Jalan Salib atau Via Dolorosa dalam memperingati Jumat Agung di gereja, Jumat (25/3/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah ibu-ibu anggota jemaat HKBP Cinta Damai memerankan prosesi Jalan Salib untuk lebih mendalami besarnya cinta kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.

Pantauan www.tribun-medan.com, dengan mengenakan kostum berupa jubah warna warni, serta seorang memerankan Yesus berjalan tertatih sambil dicambuk dan diolok olok dari halaman menuju dalam gereja.

Yesus diperankan sedang berjalan menuju bukit tengkorak atau Golgata untuk disalibkan di antara dua penjahat.

"Prosesi ini kami tampilkan, agar kami makin merasakan secara mendalam betapa besarnya kasih Yesus Kristus bagi kami orang berdosa ini. Kami juga ingin agar para wanita khususnya ibu-ibu makin terlibat aktif dalam kegiatan gereja ini," terang Sintua Rusmia Magdalena Nadeak (51) salah satu jemaat yang ikut berperan dalam prosesi Jalan Salib di HKBP Cinta Damai Medan Sunggal, Jumat (25/3/2016).

Jumat Agung bukanlah kekalahan, melainkan sebuah proklamasi kemenangan yang gilang gemilang terhadap maut dan dosa.

Karena Yesus telah menuntaskan sebuah misi akbar Ilahi di dunia ini yakni menyelamatkan seluruh umat manusia dari belenggu kuasa dosa.

Kematian Yesus di kayu palang adalah garansi keselamatan bagi umat berdosa yang percaya kepadaNya sebagai juru selamat dunia. Demikian disampaikan Pendeta Dr. Deonal Sinaga dalam ibadah Jumat Agung di gereja HKBP Cinta Damai, Medan Sunggal.

"Kematian Yesus memberi jaminan bagi setiap orang berdosa yang bertobat untuk mendapatkan keselamatan hidup,"ujarnya saat memberi Khotbah pada Jumat Agung di HKBP Cinta Damai, Medan Sunggal.

Melalui peringatan kematian Yesus Kristus kali ini, Pendeta yang pernah melayani di Jerman itu mengajak umat Nasrani untuk menjalani hidup dengan penuh sukacita, melayani dan berkarya bagi bangsa sebagaimana diteladankan Yesus yang hidup tanpa cela dan dosa.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved