Sengketa Surfenov di PT TUN Bisa Habiskan Waktu 10 Bulan

Sengketa Surfenov Sirait dan Parlin Sinaga tersebut tidak dianggap sebagai sengketa pilkada TUN.

Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Ketua KPU Siantar Mangasi Purba 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Pematangsiantar, Mangasi Purba menyampaikan bahwa sengketa atas nama Surfenov Sirait dan Parlin Sinaga yang saat ini sudah daftarkan di PT TUN bisa berlangsung 10 bulan.

Menurutnya hal ini disebabkan karena sengketa Surfenov Sirait dan Parlin Sinaga tersebut tidak dianggap sebagai sengketa pilkada TUN.

"Karena tidak dianggap sebagai sengketa Pilkada TUN. Makanya penyelesaianya bisa memakan waktu hingga 10 bulan, ini proses normalnya," ujarnya ketika berbincang di KPU Pematangsiantar, Jumat (25/3/2016)

Kata Mangasi, jika proses sengketa atas nama Surfenov dan Parlin ini dianggap sengketa TUN pemilihan maka prosoesnya akan berlangsung selama 21 hari.

"Kalau sengketa TUN pemilihan ini 21 hari sudah pasti selesai karena menggunakan undang-undang Pilkada," ujarnya.

Namun, Kata Mangasi, Pihak KPU sudah meminta supaya proses sengketa ini tetap dipercepat di PT TUN Medan. "Kemarin melalu KPU RI sudah kita minta supaya sengketa ini tidak memakan waktu hingga 10 bulan, dan pihak KPU RI sudah berkoordinasi kepada MA untuk memprioritaskan sengketa tersebut," tuturnya.

Kata Mangasi mereka memastikan bahwa Pilkada Kota Pematangsiantar tetap akan berlangsung Tahun 2016. "Kita tetap Pilkada 2016 ini, KPU RI kemarin sudah menyampaikanya, ini diperkuat dengan yang disampaikan Eliakim Simanjutak, Ketua DPRD Pematangsiantar yang beraudiensi langsung dengan KPU RI," ujarnya.

Saat ini kata Mangasi proses hukum di PTTUN masih pada tahap penyampaian memeri banding. "Masih penyampaian memori banding," ujarnya.(ryd/tribun-medan.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved