Air Tirtauli Mati, Ketua Dewan Pengawas Cuma "Mandi Capung"

"Katanya, karena ada kerusakan. Sudah diperbaiki memang, cuma sparepart-nya tidak langsung ada makanya tidak bisa beroperasi," katanya.

Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Chadir Sitompul 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtauli Chaidir Sitompul yang juga merupakan warga Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Martoba, ikut kecewa dengan pelayanan PDAM Tirtauli yang tidak mengalirkan air ke wilayah itu selama dua hari.

"Saya turut merasakan kekecewaan atas padamnya air PDAM ini. Sejak semalam udah susah mandi. Ini saya belum mandi seutuhnya. Masih mandi capung saya ini," ujar Chaidir ketika berbincang dengan tribun-medan.com di kantor Dewan Pengawas PDAM Tirtauli, Jalan Porsea, Kota Pematangsiantar, Jumat (1/4/2016)

Ia menuturkan bahwa sebenarnya ada musala di tempat dia tinggal yang memiliki sumur bor dan bisa dimanfaatkan untuk mandi.

"Ada musala disitu, ada sumur bornya. Cuma enggak mungkin bersarung-sarung awak ke sana mandi, " ujarnya sambil tersenyum.

Ia menyampaikan bahwa sudah menanyakan perihal padamnya air PDAM ini kepada Dewan Direksi.

"Sudah saya tanya kenapa airnya belum hidup. Katanya, karena ada kerusakan. Sudah diperbaiki memang, cuma sparepart-nya tidak langsung ada makanya tidak bisa beroperasi. Kata mereka juga, kalau perbaikan dalam PDAM tidak secepat PLN," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa hal ini cukup mengecewakan mereka dan akan menjadikan buruknya pelayanan PDAM ini sebagai catatan sebagai evaluasi kepada Direksi PDAM Tirtauli.

"Bentar lagi kami akan rapat evaluasi dengan Direksi PDAM Tirtauli. Akan kami tanyakan dan kami minta solusi hal-hal seperti ini," ujarnya.(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved