Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Revitalisasi Pasar Tiga Raja Masih Mangkrak

Anggarkan dana Rp 5,3 miliar.

Tribun Medan/ Royandi Hutasoit
Pedagang terpaksa berjualan di depan Pasar Tiga Raja Parapat karena pembanguan pasar tersebut masih mangkrak, Minggu (3/4/2016). 

PARAPAT, TRIBUN - Renovasi Pasar Tiga Raja senilai Rp 5,3 miliar yang berasal dari Anggaran Kementrian Perdagangan RI Tahun 2015, yang dibangun sejak Oktober 2015 hingga kini belum selesai, Minggu (3/4).

Dalam kontrak pembangunan pasar tersebut sebelumnya disebutkan bahwa pembangunan pasar akan berlangsung selama 95 hari kerja dan yang mengerjakan revitalisasi pasar ini adalah PT Cendana Indah Karya Persada dengan konsultan supervisi CV Perca Bangun Persada.

Aktivitas pembangunan tidak tampak lagi dalam proyek ini, meskipun bangunan belum seluruhnya selesai. Kios-kios yang dibangun masih tampak kumuh dipenuhi gundukan-gundukan tanah.

Beberapa kios malah tampak parah karena selain dipenuhi gundukan tanah, pintu-pintu kios yang dibangun sudah tampak rusak dan ada kios yang belum memiliki pintu penutup.

Tidak kunjung siapnya bangunan ini membuat para pedagang kerepotan, karena harus berdesak-desakan berjualan di depan lokasi revitasasi pasar tersebut.

"Tidak kunjung siap pasarnya. Terpaksa lah jualan di pinggir jalanan ini. Berdesak-desakanlah kami kek gini. Apalagi kan kami pedangan ini menggantungkan hidup dari berdagang. Jadi mau tak mau harus jualan biar bisa makan," ujar R Sirait, seorang pedagang ketika berbincang dengan Tribun.

Menurut Sirait, mangkraknya pembangunan pasar ini menimbulkan masalah baru di lokasi pasar. "Jadi sering macet di sini, sampah jadi berserakan. Nggak nyamalah, apalagi gara-gara tampak kumuhnya lokasi kami berjualan sekarang, banyak wisatawan yang datang mengeluh," ujarnya.

Sebelumnya pada Januari 2016 lalu penjabat Bupati Simalungun, Binsar Situmorang berjanji akan memperhatikan pembangunan pasar tersebut, namun hingga sekarang tidak ada hasilnya.

Kepala Pasar Tiga Raja Parapat Bulton Sinaga mengatakan, Rrnovasi Pasar Tiga Raja yang sudah mangkrak selama tiga bulan memiliki segudang masalah yang nantinya akan merugikan pedagang.

"Wadoh, pasar ini banyak kali masalahnya selain dari tidak tepat waktunya dibangun. Pasar ini juga nanti bisa membahayakan pedagang karena struktur pembangunannya juga tidak bagus kami lihat," ujarnya.

Menurut Bulton yang membuat pedagang dirugikan nantinya adalah kualitas bangunannya yang membahayakan pedagang. "Bangunannya ini tidak lurus, bengkok semua ini. Bangunan di lantai dua itu ada yang tidak pakai besi, jadi sewaktu-waktu bisa ambruk. Kios-kios ini sekarang bakalan dirusak pondasinya. Pokoknya banyak sekali masalahnya," ujarnya seraya menunjukkan kios yang pondasinya dibongkar lagi.

Kios Kembali Digali
Kios yang memiliki pondasi kembali digali, dan tampak tiang-tiang dari bangunan juga dilapisi dengan batu bata untuk menyembunyikan bahwa tiang-tiang kios tersebut kecil.

Kata Bulton sebagai kepala pasar dirinya tidak bisa berbuat banyak karena pembagunan ini merupakan gawean dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Simalungun.
"Keberatan kita tekait kualitas dan lamanya pembangunan pasar ini sudah kita sampaikan kepada Disperindag. Kita tidak bisa komplain kepada kontraktornya ini, karena setelah dibangun pun baru tugas saya untuk mengelolanya," ujarnya.(ryd)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved