"Iri" KPK Bongkar Reklamasi Teluk Jakarta, Pasek Berharap Tanjung Benoa Diusut Juga

Gede Pasek Suardika, anggota DPD RI asal Bali mengaku iri kepada Jakarta karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa membongkar

KOMPAS.com/SRI LESTARI
Gede Pasek Suardika, Anggota DPD RI asal Bali saat di kantornya, Denpasar beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, DENPASAR - Gede Pasek Suardika, anggota DPD RI asal Bali mengaku iri kepada Jakarta karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa membongkar kasus suap anggota DPRD DKI terkait reklamasi Teluk Jakarta.

Pasek berharap KPK juga turut tangan untuk menyelidiki kemungkinan hal serupa untuk reklamasi Tanjung Benoa di Bali.

"Adanya mega skandal reklamasi Jakarta telah meyakini banyak orang di Bali bahwa itu sebangun," kata Gede Pasek Suardika kepada Kompas.com, Denpasar, Bali, Sabtu (9/4/2016).

"Saya terus terang iri juga melihat KPK gencar di reklamasi Jakarta tetapi di reklamasi Teluk Benoa malah seperti tidak dijadikan fokus. Padahal pernyataan lebih Rp 1 triliun dikeluarkan investor adalah pintu awal untuk menginvestigasinya," tambahnya.

Dari nilai yang sangat besar bahkan sebelum proyek dijalankan, menurut dia bisa jadi terkait dengan ranah kebijakan.

"Proyek belum jalan sudah habis segitu, berarti itu pasti berada di ranah kebijakan yang bisa diubah-ubah oleh pemegang kewenangan," ujarnya.

"Saya dan mayoritas orang Bali merindukan KPK bisa juga melebarkan sayapnya ke reklamasi Teluk Benoa," tegasnya. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved