Panama Papers: PM David Cameron dituduh 'munafik'

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mendapat tekanan sehubungan dengan pengakuan ia memiliki saham di perusahaan di yurisdiksi bebas pajak

Panama Papers: PM David Cameron dituduh 'munafik'
BBC

TRIBUN-MEDAN.com - Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mendapat tekanan sehubungan dengan pengakuan ia memiliki saham di perusahaan di yurisdiksi bebas pajak luar negeri (offshore company ) yang dibentuk ayahnya, Ian Cameron.

Perusahaan bernama Blairmore Holdings itu merupakan salah satu yang terungkap lewat bocoran Dokumen Panama atau Panama Papers.

Sebelumnya pada hari rabu (06/04), Downing Street sempat mengeluarkan pernyataan bahwa David Cameron tidak mendapat keuntungan dari dana yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

Namun pada hari Kamis (07/04), Cameron menyatakan kepada ITV News, "Kami memiliki 5.000 unit di Blairmore Investment Trust, yang kami jual pada bulan 2010", sebelum ia menjabat Perdana Menteri.

Cameron juga mengaku sudah membayar pajak di Inggris yang berasal dari keuntungan penjualan saham itu dengan nilai £30.000 (sekitar Rp557 juta).

Menanggapi hal ini, Partai Buruh yang menjadi oposisi di Inggris melontarkan tuduhan bahwa Cameron seorang yang 'munafik'.

Deputi pimpinan Partai Buruh, Tom Watson, mengatakan bahwa sang Perdana Menteri tidak bisa disalahkan karena tindakan ayahnya namun 'bisa disalahkan' karena menjadi munafik.

"Hal ini tak buruk seandainya ia tak mengkuliahi orang-orang soal pengaturan pajak mereka. Ia menyebut beberapa orang 'keliru secara moral' karena memakai skema semacam itu," kata Watson.

Namun Cameron dibela oleh Menteri Urusan Bisnis, Nick Boles, yang menyatakan hal utama dalam hal ini adalah sang PM sudah membayar pajak yang menjadi kewajibannya.

Dari bocoran Panama Papers diketahui bahwa ayah David Cameron, Ian Cameron, merupakan salah satu dari lima direktur di Blairmore Holdings.

Ian Cameron meninggal dunia pada tahun 2010.(*)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved