Breaking News:

Wajib Pajak di Kota Siantar Hingga Kini Menunggak Rp 2 Miliar

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pematangsiantar,

Editor: Muhammad Tazli
roy/tibun-medan.com
Adiaksa Purba 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR-Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pematangsiantar, Adiaksa Purba mengatakan untuk saat ini masih ada PR (Pekerjaan Rumah) DPPKAD Kota Pematangsiantar untuk memburu pajak yang tertunggak dari pengusaha.

Keselurahan pajak yang menunggak kata Adiaksa berkisar 2 M diluar Pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan.

"Seperti Siantar Hotel yang menunggak pajak Rp 800 juta, sudah beritikad baik melakukan penyicilan, sekarang ini tinggal 600 juta lagi. Namun, ada pengusaha yang bebal yang memiliki tunggakan puluhan juta. Ini masih kita upayakan, bagaimana pajak itu bisa ditarik," ujarnya kepada wartawan kemarin.

Khusus untuk pajak Taman Hewan Siantar, yang menunggak Rp 1,2 Milyar lebih, kata Adiaksa, pihaknya akan mengajukan penghapusan piutang pajak ke BPK.

Pasalnya, sejak dikeluarkannya UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, tidak diperkenankan lagi mengenakan pajak terhadap yang sifatnya untuk konservasi dan edukasi.

"Taman Hewan itu kan BEP (Break Event Point atau titik impas) Tahun 2011 berdasarkan BPK, makanya mulai Tahun 2012 kita pajaki karcisnya hingga menunggak Rp 1,2 Milyar. Inilah yang akan kita ajukan penghapusan," ungkap Adiaksa.(ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved