Polda Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembelian Kapal

"Belum gelar perkara, belum ada penetapan tersangkanya. Masih pemeriksaan saksi-saksi," katanya.

Polda Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembelian Kapal
Tribun Medan / Dedy
Dirkrimsus Kombes Pol Ahmad Haydar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan kapal ikan senilai Rp 8 miliar di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Hal ini disampaikan Kombes Ahmad Haydar selaku Direktur Reskrimsus Polda Sumut diwawancarai area sekitar Masjid Al Hidayah Mapolda Sumut, Selasa (26/4/2016)

"Belum gelar perkara, belum ada penetapan tersangkanya. Masih pemeriksaan saksi-saksi. Langsung aja tanya Kasubdit Tipikor," kata Haydar.

Dalam pengadaan enam unit kapal ikan di Sibolga dan Tapanuli Tengah senilai Rp 8 miliar diduga terjadi penggelembungan harga.

Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut telah memulai menyelidiki kasus dugaan korupsi di Diskanla Sumut sejak awal tahun 2016.

Kini status proses penyelidikan sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Naiknya status penyidikan ini disampaikan Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP Mangantar Pardamean Nainggolan diwawancarai di ruangannya beberapa waktu lalu

"Sekarang sudah naik pemeriksaan kasus Diskanla Sumut itu. Status sudah naik ke tahap penydikan," kata MP Nainggolan.

Usai status kasus naik ke penyidikan, namun hingga kini Polda Sumut belum menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dengan mark up dana pengadaan kapal. Saat ini Tipikor sudah memeriksa 6 orang, baik dari pihak swasta selaku pemenang tender maupun dari Diskanla Sumut. Bahkan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Zonny Waldy sudah 2 kali diperiksa sedangkan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), Matius Bangun sudah beberapa kali diperiksa.

"Baru status lidik saja yang naik ke tahap penyidikan. Tapi memang belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini," jelas MP Nainggolan

Diketahui proyek pengadaan 6 unit kapal di Sibolga dan Tapteng itu mulai dilakukan saat Kadiskanla Sumut dijabat Zulkarnaen yang kemudian digantikan dan dilanjutkan Zonny Waldi hingga sekarang.

"Kasus dugaan korupsi Diskanla Sumut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Untuk saat ini, baru satu orang calon tersangka yakni KPA. Tapi, jumlah calon tersangka bisa bertambah jika KPA tidak mau hanya dia sendiri yang terjerat hukum," kata sumber Polda Sumut. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved