Breaking News:

Liputan Ekslusif

Awas, Tak Pakai Helm SNI Didenda Rp 250 Ribu

Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan akan menerapkan tilang denda maksimal bagi pengendara roda dua

Editor: Muhammad Tazli
Tribun Medan / Array
Razia besar-besaran petugas Sat Lantas Polresta Medan di Jl Gatot Subroto tak jauh dari monumen patung Guru Patimpus 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan akan menerapkan tilang denda maksimal bagi pengendara roda dua, dan roda empat yang melanggar peraturan lalu lintas. Tilang tersebut sesuai Undang-Undang No 22 tahun 2009. Peraturan ini, untuk sementara diterapkan, di lima titik kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Kota Medan.

Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) dikenakan denda paling tinggi Rp 250 ribu.

Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Medan Komirisaris Polisi (Kompol) T Rizal Maulana mengatakan, penerapan tilang denda maksimal berlaku untuk pengedara sepeda motor, dan mobil yang melintas di Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Sudirman, dan Jalan Suprapto.

"Denda maksimal itu, merupakan denda paling banyak yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Dalam undang-undang tersebut, setiap pengemudi sepeda motor yang tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia akan dikenakan denda Rp 250 ribu," ujarnya kepada Tribun, Rabu (11/5).

Selain itu, katanya, pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, knalpot sesuai UU Nomor 22 tahun 2009 dalam Pasal 106 Ayat 3 juncto Pasal 48 Ayat 2 dan Ayat 3 dikenakan denda paling banyak Rp 250 ribu.

"Atau paling lama kurungan penjara satu bulan untuk dua pasal yang sudah saya jelaskan tersebut," katanya.

Ia menambahkan, pengemudi kendaran roda empat atau lebih juga akan dikenakan tilang denda maksimal, apabila melanggar peraturan lalu lintas di kawasan tertib lalu lintas.

Tujuan penerapan denda maksimal ini untuk mengurangi pelanggaran rambu lalu lintas.

"Setiap orang yang mengemudikan kendaran roda empat atau lebih tidak memenuhi persyaratan teknis, yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, sebagaimana yang dimaksud Pasal 106 Ayat 3 juncto Pasal 48 Ayat 2 dipidana kurungan penjara maksimal dua bulan atau denda paling banyak 500 ribu," ujarnya.

Ia menambahkan, pengendara yang parkir sembarangan di titik kawasan tertib lalu lintas juga akan mendapatkan sanksi tilang denda maksimal.

Penerapan denda itu berlaku untuk seluruh pengemudi yang melanggar peraturan lalu lintas.

Ia berujar, pengendara yang parkir sembarangan di titik kawasan tertib lalu lintas juga akan mendapatkan sanksi tilang denda maksimal.

Oleh sebab itu, penerapan denda itu berlaku untuk seluruh pengemudi yang melanggar peraturan lalu lintas.

"Aturan tilang denda maksimal sudah diterapkan sejak lama. Saya harap polisi yang berada di lokasi kawasan tertib lalu lintas dapat menerapkan kebijakan tersebut secara berkelanjutan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved