Banjir Bandang Sibolangit
4 Ahli Forensik Identifikasi Jenazah Korban Banjir Bandang Sibolangit
Mereka ditugaskan khusus di kamar jenazah memeriksa data posmortem masing-masing korban.
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Guna mempercepat dan mempermudah proses identifikasi jenazah korban banjir bandang di Air Terjun Dua Warna, Desa Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rumah Sakit Bhayangkara menggandeng empat ahli forensik dari rumah sakit berbeda.
Mereka ditugaskan khusus di kamar jenazah memeriksa data posmortem masing-masing korban.
"Empat ahli forensik ini semua dari USU, RSUP Adam Malik, dan Pirngadi Medan. Dalam pemeriksaan jenazah ini, ada 75 personil yang kami libatkan," kata Kepala RS Bhayangkara, Komisaris Besar Farid Amansyah, Selasa (17/5/2016) siang.
Menurut Farid, 75 personil RS Bhayangkara dibagi dalam beberapa tim. Satu tim ditugaskan khusus di Sibolangit, mendata jenazah yang baru ditemukan.
"Tim lainnya ada yang di posko ante mortem, dan ada yang di posko posmortem," kata Farid.
Selain itu, sambungnya, adapula yang ditugaskan khusus dalam tim rekonsiliasi. Tugas tim rekonsiliasi mencocokkan data posmortem dengan data antemortem.
"Mudah-mudahan, tim yang kami bentuk ini bisa secepat mungkin mengidentifikasi masing-masing jenazah yang ada di RS Bhayangkara," katanya singkat.
(ray/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-bandang-sibolangit_20160517_151058.jpg)