Banjir Bandang Sibolangit
Kepala RS Bhayangkara Tegaskan Tidak Ada Biaya Identifikasi Jenazah
"Semua biaya dalam rangka identifikasi jenazah, itu biaya Polda Sumut. Soal ambulans, memang ada bantuan dari donatur, seperti dari Pemprov Sumut,"
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar pungutan liar mulai dari biaya ambulans, peti jenazah, hingga identifikasi jenazah korban banjir bandang langsung dibantah oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Komisaris Besar Farid Amansyah. Saat menggelar pertemuan dengan awak media, Farid menegaskan semuanya gratis.
"Semua biaya dalam rangka identifikasi jenazah, itu biaya Polda Sumut. Soal ambulans, memang ada bantuan dari donatur, seperti dari Pemprov Sumut," kata Farid, Selasa (17/5/2016) siang.
Ia mengatakan, semua bantuan sampai saat ini terus mengalir. Untuk itu, kata Farid, tidak satupun petugas rumah sakit yang melakukan pungutan terhadap keluarga korban.
"Tidak ada pungutan itu. Tidak benar itu," katanya lagi sembari menampik tudingan-tudingan miring terhadap RS Bhayangkara.
Usai mencuat kabar pungutan pihak rumah sakit, Farid yang masih mengenakan seragam dinas langsung mengambil pengeras suara. Ia kemudian berdiri di hadapan ratusan keluarga korban menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses identifikasi.
"Kepada bapak-bapak dan ibu-ibu, saya tegaskan, tidak ada pungutan apapun. Kalaupun ada, itu mungkin oknum-oknum yang diluar sana memanfaatkan situasi," ujar Farid mengakhiri.
(ray/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kombes-farid-amansyah_20160517_130455.jpg)