Banjir Bandang Sibolangit

Pasutri Ini Kenali Jenazah Anaknya dari Goresan Bekas Operasi di Perut

"Ya Allah, itu dia. Astaghfirullah," teriak Juli sembari memeluk kerabatnya.

Tribun Medan/Array A Argus
Salah satu orangtua korban bernama Juli histeris ketika melihat kantong jenazah yang dikeluarkan dari dalam kontainer pendingin RS Bhayangkara, Selasa (17/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasangan suami isteri, Amsar dan Juli nyaris pingsan saat petugas Rumah Sakit Bhayangkara Medan membawa satu kantong jenazah berisikan mayat yang sebelumnya disimpan di dalam kontainer pendingin jenazah. Ketika melihat isi kantong jenazah, pasangan suami isteri ini sontak berteriak dan menangis.

"Ya Allah, itu dia. Astaghfirullah," teriak Juli sembari memeluk kerabatnya, Selasa (17/5/2016) sore.

Menurut Juli, jenazah yang dikeluarkan dari kontainer pendingin itu sangat mirip dengan ciri-ciri putranya bernama Zulhamdi. Sebelumnya, Zulhamdi hilang bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Flora.

"Dia itu. Gimanalah ini? Udah meninggal dia," teriak Juli sekencang-kencangnya. Mendengar teriakan Juli, pengunjung pun kaget.

Amsar, suami Juli, tampak terkulai lemas duduk di halaman RS Bhayangkara. Ia berulangkali mengucapkan shalawat ketika melihat ciri-ciri jenazah.

Kerabat korban yang diwawancarai tribun-medan.com mengatakan, Zulhamdi memiliki ciri-ciri khusus di tubuhnya. Di bagian perut, ada luka bekas goresan.

"Tadi sempat lihat ada goresan bekas operasi. Kebetulan, Zulhamdi ini pernah menjalani operasi turun perut," kata keluarga korban.

Melihat tanda-tanda itu, pasangan suami istri itu pun yakin jenazah laki-laki yang diambil dari dalam kontainer pendingin adalah putera mereka.(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved