Tukang Becak dan IPK Protes Penggusuran Pangkalan Becak di Jalan Jawa

"Pangkalan betor yang awalnya dibangun atas swadaya para tukang Betor tiba-tiba digusur oleh Brimob bersenjata lengkap," kta Asril.

Tukang Becak dan IPK Protes Penggusuran Pangkalan Becak di Jalan Jawa
Hendrik Fernandes
Anak-anak ikut serta dalam unjuk rasa penarik becak di Kantor DPRD Medan, Selasa (17/5/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan tukang becak bermotor (betor) dan Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (Satma IPK) unjuk rasa ke kantor DPRD Medan, Selasa (17/5/2016).

Mereka meminta DPRD Medan memperjuangkan nasib tukang becak yang ada di Jalan Jawa Medan.

Menurut mereka, seminggu yang lalu pangkalan betor di Jalan Jawa Medan digusur oleh personil Brimob tanpa alasan yang jelas.

"Pangkalan betor yang awalnya dibangun atas swadaya para tukang Betor tiba-tiba digusur oleh Brimob bersenjata lengkap. Kami menduga ada kerjasama PT Raillink dan Bluebird yang mau menguasai pangkalan betor. Enggak bisa seperti itu. Mereka juga perlu makan" ujar Wakil Ketua Satma IPK Sumut Asril Siregar.

Mereka diterima anggota DPRD Komisi C dari Fraksi PAN Kuat Surbakti.

Ditemui di ruangannya, Kuat Surbakti mengungkapkan kekecewaannya atas keterlibatan oknum Brimob dalam penggusuran pangkalan betor di jalan Jawa.

"Biarlah masyarakat yang memilih mau naik transportasi apa, mau naik taxi atau Betor. Jangan asal gusur. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak lho," ujarnya kepada Tribun Medan di ruangan Komisi C DPRD Medan (17/5).

Kuat Surbakti sudah menyerahkan surat dari Satma IPK dan para tukang Betor ke staf Ketua DPRD Medan.

"Saya sudah serahkan ke staf. Kebetulan ketua lagi di luar. Nanti tinggal nunggu perintah dari ketua, kasus ini diselesaikan oleh komisi mana," katanya. (cr/tribun-medan.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved