Breaking News:

Banjir Bandang Sibolangit

Korban Banjir Bandang Sibolangit Dikabarkan Lebih dari 21 Orang

Ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya, tapi namanya tidak termasuk dalam daftar 21 orang tersebut.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan / Jefri
Nama-nama korban banjir bandang Sibolangit 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna Sibolangit dikabarkan lebih dari 21 orang sebagaimana terdata di posko bencana. Hal itu mencuat setelah banyaknya pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya, tapi namanya tidak termasuk dalam daftar 21 orang tersebut.

Di antaranya adalah Sinta, seorang ibu berambut pirang yang datang ke posko bencana di Sibolangit sambil menangis. Ia mengaku, anaknya yang bernama Masfuad Hasan, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), tak ada kabarnya sejak Sabtu malam.

Dikatakan Sinta, putranya berangkat ke Sibolangit bersama enam temannya sesama mahasiswa Unimed.

"Mereka berangkat tujuh orang sama anak saya. Memang dia pamit sama saya. Mereka pergi selepas acara seni. Anak saya suka seni," ujarnya.

Selain Sinta, Rahmat (43), warga Pulau Sabang, Aceh, juga mencari-cari putrinya yang bernama Eka Nurul Rahmania (22).

"Saya sudah cek, tapi enggak ada yang cocok," katanya, di RS Bhayangkara Medan.

Camat Sibolangit, Amos Karokaro menampik kabar tersebut.

"Enggak ah. Tinggal lima lagi kok (yang hilang)," katanya.

Namun, Amos membenarkan bahwa jumlah orang yang berkunjung atau berada di sekitaran Air Terjun Dua Warna saat banjir bandang lebih dari 78 orang, sebagaimana dikabarkan sebelumnya.

"Memang betul. Kalau itu betul. Cuma setelah kami cek seluruhnya, tinggal 21 yang tinggal. Cuma belum bisa diprediksi apakah ada lagi yang masih hilang. Kadang kan begini, ada yang jualan, tapi itu kan belum terdata di posko. Karena kami kan mengacu pada yang terdata di posko," katanya.

Ia mengaku ada keluarga yang datang ke posko menyatakan kehilangan anggota keluarga.

"Kemarin ada satu keluarga. Mereka datang memberitahu. Atas dasar itulah kami mencari tahu, apakah itu pedagang atau apa," katanya.

Sekretaris BPBD Deliserdang Darwin Surbakti juga menyangkal kabar tersebut.

"Enggak ah! Sampai saat ini belum ada lagi keluarga yang datang ke posko menyatakan kehilangan anggota keluarganya," ujarnya. (amr/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved