Banjir Bandang Sibolangit
Pemkab Telusuri Kemungkinan Warga Sekitar Air Terjun Dua Warna Ikut Hanyut
"Bisa saja memang lebih. Karena kan saya pernah naik ke atas. Yang jualan-jualan di atas itu banyak," katanya.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Deliserdang Faisal Arif Nasution tidak menampik kemungkinan jumlah korban banjir Air Terjun Dua Warna Sibolangit lebih dari 21 orang.
Menurutnya, di kawasan sekitar air terjun, banyak warga yang menjual jajanan.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, jumlah orang yang terdata yang mengunjungi Air Terjun Dua Warna Sibolangit sebanyak 76 dan dua pemandu. Dari total 78 orang tersebut, hanya 56 orang yang kembali dengan selamat. Sisanya, satu korban diselamatkan, 16 tewas, dan lima hilang.
"Bisa saja memang lebih. Karena kan saya pernah naik ke atas. Yang jualan-jualan di atas itu banyak. Ada yang jual Indomie dan sebagainya. Nah, pastilah orang yang jualan itu tidak menutup kemungkinan bagian dari korban. Misalnya ada empat orang yang jualan, sementara data dari posko si Nuel ada 76, berarti kan yang empat orang jualan itu tidak terdata," kata Faisal kepada tribun-medan.com, Rabu (18/5/2016).
Untuk memastikan hal itu, kata Faisal, Bupati Deliserdang telah memerintahkan Camat Sibolangit untuk mendata warga-warga dari desa-desa dekat air terjun itu.
"Mana tahu ada warganya yang juga hilang. Karena bisa jadi lebih dari itu (21 orang). Sedangkan pintu masuk menuju air terjun itu ada saja ada banyak. Kalau saya tidak salah ada empat," katanya.
Sebelumnya dikabarkan, korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna Sibolangit dikabarkan lebih dari 21 orang sebagaimana terdata di posko bencana. Hal itu mencuat setelah banyaknya pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya, tapi namanya tidak termasuk dalam daftar 21 orang tersebut.
Di antaranya adalah Sinta, seorang ibu berambut pirang yang datang ke posko bencana di Sibolangit sambil menangis. Ia mengaku, anaknya yang bernama Masfuad Hasan, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), tak ada kabarnya sejak Sabtu malam.
Dikatakan Sinta, putranya berangkat ke Sibolangit bersama enam temannya sesama mahasiswa Unimed.
"Mereka berangkat tujuh orang sama anak saya. Memang dia pamit sama saya. Mereka pergi selepas acara seni. Anak saya suka seni," ujarnya.
Selain Sinta, Rahmat (43), warga Pulau Sabang, Aceh, juga mencari-cari putrinya yang bernama Eka Nurul Rahmania (22).
"Saya sudah cek, tapi enggak ada yang cocok," katanya, di RS Bhayangkara Medan. (amr/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-bandang-sibolangit_20160518_122909.jpg)