Sopir Ambulans Jadi Saksi Pengrusakan Kantor PP

"Kurang lebih sekitar 200 orang dari IPK waktu itu yang saya lihat. Sebelum melempari kantor, mereka sempat mencaci kami," ucapnya.

Sopir Ambulans Jadi Saksi Pengrusakan Kantor PP
Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan
Tiga terdakwa dari kader Ikatan Pemuda Karya (IPK) Taufan, Lilik dan Fajar Repelita Ginting Suka kasus pengrusakan kantor Pemuda Pancasila saat disidangkan di ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sopir ambulans Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila, Rizal Ginting, dihadirkan saat sidang di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/5/2016), sebagai saksi terkait kasus pengrusakan kantor ormas itu oleh anggota kepemudaan tersebut oleh Ikatan Pemuda Karya (IPK).

Ia menceritakan, awal mula kejadian pengrusakan di kantornya tersebut setelah melihat kegaduhan yang dilakukan komplotan IPK tepat di depan kantornya.

Lantas, massa dari kubu IPK dengan jumlah ratusan tersebut langsung menghujani kantornya dengan lemparan batu.

"Kurang lebih sekitar 200 orang dari IPK waktu itu yang saya lihat. Sebelum melempari kantor, mereka sempat mencaci kami," ucapnya di ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/5/2016).

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim ketua Gosen Butar-butar ini, Rizal Ginting menyatakan bahwa pelaku waktu itu masih berada di atas sepeda motornya sewaktu melakukan pelemparan.

"Saya lihat dari kaca pintu, soalnya kalau lihat dari dalam nampak ke luar. Jadi, mereka ini melempari kantor masih di atas kereta (sepeda motor), Pak Hakim," katanya.

Namun, saat majelis hakim menanyakan apakah dirinya melihat dan mengenali para terdakwa yang melakukan pelemparan, Rizal Ginting mengaku tak kenal.

"Saya enggak kenal terdakwa, Pak Hakim," katanya setelah memperhatikan ketiga terdakwa masing-masing Taufan, Lilik, dan Fajar Repelita Ginting Suka yang duduk bersama pengacaranya.

Setelah mendengar kesaksian Rizal Ginting, majelis hakim mengetuk palunya dan menunda persidangan sampai Rabu (25/5/2016) pekan depan. (cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved