Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Bayu Luka di Sekujur Tubuh

PP dan IPK bentrok di Pasar Horas. Diduga karena perebutan pengaruh di Angkutan Desa Ganda Trans.

Bayu Luka di Sekujur Tubuh
ryd/tribun-medan.com
Anggota PP memegang berbagai senjata saat hendak sweeping di pusat kota Pematangsiantar, Minggu (22/5/2016). 

SIANTAR,TRIBUN-Bentrokan terjadi antara organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) Kota Pematangsiantar dengan organisasi masyarakat Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Pematangsiantar. Bentrokan terjadi di Pasar Horas Kota Pematangsiantar, Minggu (22/5)

Akibat bentrokan ini satu orang anggota PP, Bayu Syahputera, harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih, karena mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Pantauan Tribun, Bayu tampak meringis kesakitan saat lukanya dibersihkan paramedis RSUD Djasamen Saragih.

Lelaki yang memilki tato disekujur tubuhnya ini mengaku bahwa luka-luka yang dideritanya berawal dari pemukulan yang dilakukan anggota IPK.

"Pakai broti dan batu orang itu, pelipis saya ini kena timpuk pakai broti tadi, saat ini baru saya yang luka-luka, ngak tahu nanti, masih ada kukira nanti," ujarnya.

Kata Bayu, dia menjadi sasaran dari anggota IPK karena diserang oleh anggota IPK. "Ramai orang itu, puluhan orang itu, kalah jumlah lah kami. Orang itu udah pergi semua," ujarnya.

Ketua PP Pematangsiantar, Ronald Tampubolon menyampaikan bahwa permasalahan ini diduga karena perebutan pengaruh di Angkutan Desa Ganda Trans. Namun dirinya tidak mau menjelaskan lebih rinci. "Masalah angkutan ini," ujarnya.

Pascabentrok PP Cabang Pematangsiantar dan IPK Cabang pematangsiantar, anggota PP melakukan sweeping di pusat Kota Pematangsiantar. Sweeping yang dilakukan oleh anggota PP ini dimulai setelah menjenguk anggota yang luka-luka akibat bentrok IPK dan PP.

Saat Sweeping tampak sejumlahanggota PP membawa alat-alat berupa balok kayu, besi-besi dan sebilah parang yang dibungkus dengan koran. Sekretaris Pemuda Pancasila, Jimmy Gultom ketika berbincang dengan Tribun mengatakan, anggotanya sedang berkeliling mencari pelaku pengeroyokan anggotanya yang diduga merupakan anggota IPK.

"Lagi keliling semua kawan-kawan nyari orang yang mengeroyok tadi," ujarnya.

Selain mencari pelaku, PP juga melapor ke Polisi atas terjadinya pengeroyokan ini. Saat membuat laporan, Ronald menjelaskan bahwa dia sebagai pendiri pangkalan angkutan di sekitar Pasar Horas melarang Angkutan Desa Ganda Trans masuk pangkalan tersebut sehingga membuat anggotanya diserang.

Jimmy Gultom juga menyampaikan bahwa pengeroyokan terhadap anggota PP Pematangsiantar dilakukan oleh sekolompok ormas yang dimotori oleh Direksi Angkutan Desa Ganda Trans.

Sementara, Humas IPK, Bongsu Pakpahan saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa yang melakukan pengeroyokan terhadap anggota PP tersebut adalah oknum bukan atas nama organisasi IPK .

"Adinda, oknum itu. Yang melakukan pengeroyokan itu apakah ada menggunakan bendera IPK atau mengenakan atribut IPK, lalu bilang serang. Nggak ada itu. Jadi itu gak ada sangkut pautnya terhadap IPK. Kalau ada yang bilang itu IPK tanya dulu sama dia ada dilihatnya pakai atribut IPK," ujarnya melalui sambungan telepon.

Humas Polres Pematangsiantar AKP Isril Noer mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait bentrok IPK dan PP ini. "Sudah kita terima laporannya. Kawan-kawan dari Reskrim sudah mendalaminya. Saat ini kami konsern untuk menciptakan keamanan terhadap masyarakat. Keamanan masyarakat yang utama. Anggota sudah turun kelapangan untuk mengamkan situasi," ujarnya melalui sambungan telepon.(ryd)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved