Ketua ICMI akan Jadi Narasumber Bedah Buku Saut Sirait
Dalam buku itu, kata Sahat, Pendeta Saut ingin menyampaikan pesan nilai teologi serta peran penting gereja dan pendeta.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sebuah karya tulis yang telah dibukukan dengan judul Negara Dalam Rancangan Tuhan, karya Pendeta Saut Hamonangan Sirait akan dibedah dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila. Satu di antara narasumber pada acara bedah buku adalah Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Profesor Jimly Asshiddiqie.
"Istimewanya, buku Negara Dalam Rancangan Tuhan akan dibedah oleh Ketua ICMI Prof Jimly Asshiddiqie pada 1 Juni bertepatan Hari jadi Pancasila di Aula/Sopo Godang HKBP Sudirman Medan. Selama ini Pendeta Saut juga dikenal aktif di berbagai elemen masyarakat dan kalangan," kata Ketua Panitia Bedah Buku Sahat Simatupang di Ruang Redaksi Tribun Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (24/5/2016).
Kata Sahat yang didampingi tujuh panitia bedah buku lainnya, selain Profesor Jimly Asshiddiqie panitia juga menghadirkan pembedah buku yang lainnya.
"Selain Ketua ICMI, nanti narasumber bedah buku Negara Dalam Rancangan Tuhan juga akan diisi Ketua MPH PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia) Pendeta Albertus Patty dan Praeses Distrik VII HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Samosir Pendeta Debora Purada Sinaga," kata Sahat.
Dalam buku itu, kata Sahat, Pendeta Saut ingin menyampaikan pesan nilai teologi serta peran penting gereja dan pendeta di dalam keberlangsungan sebuah negara.
"Sesungguhnya agama harus menjawab semua tantangan maupun permintaan masyarakat yang dinamis, apalagi di tahun-tahun sekarang. Jarak antara negara dan agama sudah hampir tidak benar. Kita sudah masuk ke dalam kesepakatan di ASEAN, itu artinya peran gereja, masjid juga ditantang," tukas Sahat
"Konsep negara yang ditulis Pendeta Saut sesunguhnya kehidupan negara adalah negara sebagai kehendak tangan tuhan. Jadi tugas kita menjaga dengan pluralisme dan semangat kebersamaan dan eksistensi tempat-tempat ibadah," katanya.
"Apa yang ditulis Pendeta Saut lewat buku, itu sebagai reformasi pendidikan," kata Sahat. (cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/buku_negara_dalam_rancangan_tuhan_20160524_182910.jpg)