Empat Anggota PP Keroyok Monang Hutabarat Secara Brutal

Mereka menewaskan Ketua IPK PAC Medan Timur, Monang Hutabarat ketika melintas di perempatan Jalan Asia/Sutomo.

Empat Anggota PP Keroyok Monang Hutabarat Secara Brutal
Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan
Empat kader Pemuda Pancasila kasus pembunuhan Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) PAC Medan Timur, Monang Hutabarat di ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (26/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Empat kader Pemuda Pancasila yang melakukan pembunuhan terhadap Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Medan Timur, Monang Hutabarat disidangkan di ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (26/5/2016) siang.

Sidang perdana dengan agenda dakwaan terhadap empat terdakwa ini masing-masing Ferdinan Harianto Butar-butar, Dede Saudur Hutagalung, Edi Suryanto dan Setia Gunawan Nasution.

Dalam amar dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan menyebut keempatnya melakukan perbuatan yang menewaskan Ketua IPK PAC Medan Timur, Monang Hutabarat ketika melintas di perempatan Jalan Asia/Sutomo.

"Sabtu 30 Januari 2016 pukul 14.00 WIB di perempatan Jalan Asia dan Sutomo bahwa terdakwa mendengar rombongan IPK yang melintas di depan kantor MPW Pemuda Pancasila telah melakukan lemparan. Keempat terdakwa yang berkumpul di pos langsung menyuruh yang lainnya untuk menyerang rombongan IPK," ujar Randi di hadapan majelis hakim Gerchat Pasaribu.

Setelah tersulut emosi para terdakwa yang mendengar kabar bahwa kantornya telah diserang, keempat terdakwa tersebut langsung mengejar rombongan IPK dan melakukan pelemparan tang mengakibatkan salah satu kader IPK yang bernama Monang Hutabarat terjatuh dari sepeda motor yang ditungganginya.

"Terdakwa melempar rombongan IPK dengan menggunakan batu yang diambil di sekitar rel kereta api. Akibatnya, salah satu anggota IPK yang menggunakan sepeda motor terjatuh. Terdakwa bersama teman-temannya mulai menganiaya korban dengan beberapa lemparan dan pukulan benda tumpul," lanjut Randi.

Melihat korban yang terjatuh dan terhimpit sepeda motornya, para terdakwa memulai aksinya dengan beberapa lemparan dan pukulan.

Ferdinan Harianto melakukan pemukulan dengan memegang martil dan memukul ke dada kiri dan sementara kayu digunakan memukul tangan kanan korban.

Dede Saudur Hutagalung memukul korban dengan broti ukuran satu meter ke bagian punggung korban. Edi Suryanto melempar dengan batu ke arah punggung korban. Sementara Setia Gunawan Nasution memukul korban ke arah wajah korban dengan besi berkal-kali.

Adapun beberapa tanda kekerasan yang dialami Monang Hutabarat sehingga tewas seperti luka robek kepala wajah, kepala anggota gerak atas, tungkai, tanda patah tulang, tengkorak patah. Pendarahan di selaput tebal dan tipis otak.

Penyebab fatal sehingga Monang Hutabarat tak bisa diselamatkan lagi yakni pendarahan yang banyak pada rongga kepala dan jaringan otak.

Keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ke 1 juncto Pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun.(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved