Jessica Tidur Beralas Matras Tipis, Berdesakan dengan 20 Tahanan

Jessica yang mengenakan sandal jepit dikawal puluhan polisi dan beberapa polisi membawa senjata api di pinggangnya.

Tribunnews.com/ Amriyono Prakoso
Jessica Kumala Wongso tiba di Rutan Pondok Bambu, Jakarta timur, Jumat (27/5/2016) 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Tatap matanya datar. Tak ada senyum ataupun tangis Jessica Kumala Wongso saat dipajang sekitar lima detik di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016).

Jessica yang mengenakan sandal jepit dikawal puluhan polisi dan beberapa polisi membawa senjata api di pinggangnya.

Sejak kemarin, Jessica yang telah bersatus tahanan jaksa, menjadi penghuni Rutan Pondok Bambu. Jessica tidur berdesakan bersama 20 tahanan lain di sel Mapenaling.

Jessica yang disangka meracuni I Wayan Mirna saat minum kopi di Olivier Cafe, Grand Indonesia pada 6 Januari lalu, tiba di kantor Kejari Jakpus sekitar pukul 11.00 WIB.

Bersama dua polisi pria dan empat polisi perempuan, Jessica menumpang Toyota Hiace 7106 VDA.

Begitu turun dari mobil, Jessica yang mengenakan kaus lengan panjang abu-abu bergaris hitam serta celana biru dan sendal jepit berjalan menunduk.

Sekitar 20 polisi berseragam kaus biru bertuliskan Turn Back Crime mengawal ketat. Tak ketinggalan pula beberapa polisi dari Resmob bersenjata di pinggang ikut mengawal Jessica.

Hampir dua jam lamanya proses pelimpahan berkas sekaligus tersangka dilakukan penyidik Polda Metro Jaya kepada jaksa di Kejari Jakpus.

Usai salat Jumat, Jessica keluar dari Kejari Jakpus. Sesuai janji Kajari Jakpus Hermanto, Jessica dipajang selama lima detik untuk diabadikan jurnalis.

Jessica begitu patuh. Ia berdiri menuruti kemauan puluhan jurnalis yang telah sejak pagi menunggu.

Tak ada senyum sedikit pun dari Jessica saat jepretan kamera menerpa wajahnya yang terlihat bersih. Badannya juga terlihat lebih langsing dibanding saat penahanan empat bulan lalu.

Dari Kejari Jakpus, Jessica langsung dibawa ke Rutan Kelas IIA Podok Bambu, Jakarta Timur dengan menumpang bus milik kejaksaan bernopol B 7723 QK.

Jelang pukul 14.00 WIB, Jessica tiba di Rutan.

Begitu turun dari bus hingga masuk ke Rutan, Jessica langsung berjalan sambil menundukkan kepala. Cecaran pertanyaan wartawan pun tak dipedulikan.

20 Tahanan
Sejak kemarin sore, Jessica ditempatkan di Sel Mapenaling bersama 20 tahanan lainnya.

Kepala Rutan Pondok Bambu Ika Yusanti menjelaskan, Jessica berada di sel tersebut untuk menjalani masa pengenalan lingkungan (Mapenaling).

Di kamar tahanan seluas 5 x 8 meter tersebut Jessica tidur berdesakan dengan tahanan lain yang terjerat kasus pidana umum seperti penipuan, pembunuhan dan pencurian. Kapasitas sel tersebut sebenarnya hanya untuk 10 orang.
"Kapasitasnya kamar itu 10 orang, tapi diisi 21 orang, otomatis mereka tidur jadi berjejer," ujar Ika Yusanti.

Menurut Ika, tak ada fasilitas mewah di tempat baru Jessica ini. Ia dan 20 tahanan baru lainnya hanya diberikan alas tidur berupa matras tipis dan kamar MCK di dalam kamar sel tersebut.

Sementara, pakaian ganti mereka hanya digeletakkan di lantai.

Sebagai tahanan baru, Jessica akan menjalani karantina di kamar sel mapenaling tersebut selama 12 sampai 14 hari. Selama itu, ia tidak diperbolehkan untuk keluar dari kamar sel.

"Mandi di dalam, nggak perlu keluar kamar selnya. Dia bisa keluar kalau memang ada keluarga yang besuk atau ada pihak ingin menemui atau membawanya terkait perkaranya," jelasnya.

Itu dilakukan agar Jessica bisa mengenal atau beradaptasi dengan lingkungan baru di rutan, termasuk meningkatkan psikologinya. Setelah proses tersebut, ia akan ditempatkan di blok kamar tahanan umum.

Pada Jumat malam, Ika selaku Kepala Rutan mendatangi Jessica di kamar selnya itu guna memastikan keberadaan dan kondisinya. Menurutnya, tak ada permintaan khusus dari Jessica seperti selimut atau cermin.

"Saya ingin memastikan kondisi dia baik-baik saja. Dan memang ternyata baik-baik saja. Tadi sebelum masuk ke sel Mapenaling atau saat awal dia datang ke rutan, dia juga sudah diperiksa oleh dokter di klinik rutan, dan kondisi fisiknya dinyatakan sehat," jelasnya.

Meski demikian, Ika tak menampik jika psikis Jessica masih terlihat syok dan bingung saat awal menginjakkan kaki di Rutan Pondok Bambu.

Namun, hal itu terbilang lumrah terjadi pada tahanan baru di rutan.

"Iya, psikisnya terlihat dia masih bingung. Karena itu perlu adanya mapenaling," tuturnya.

Turun 6 Kg
Kuasa hukum Jessica yakni Yudi Wibowo mengatakan, selama menjalani penahanan Jessica merasa stres.

"Kan suasana baru ya, tahap dua dari tahanan Polda dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu ini. Ya itu kan biasa saja streslah, stres, ketakutan," jelas Yudi yang kemarin membesuk Jessica.

Namun, Yudi meyakini kondisi Jessica akan lebih baik dibanding berada di tahanan Polda Metro Jaya. Ia mengatakan dan mengakui bahwa berat badan Jessica turun beberapa kilogram.

"Kan dicoba dulu tapi kan seharusnya lebih enak di sini dibandingkan tahanan Polda," ujar Yudi.

Yudi melanjutkan, Jessica belum ditempatkan di blok tahanan karena mesti menjalani karantina dulu. Hal itu menurutnya sesuai dengan prosedur rutan.

"Baik-baik saja, (tapi badan) kurus (turun) enam kilo," ujar Yudi bersama Hidayat Boestam.

Kemarin Jessica dibesuk ibundanya, Imelda Wongso. Sang Ibu membawakan Jessica makanan dan pakaian untuk Jessica yang dibungkus plastik warna merah. Seperti Jessica, Imelda hanya diam saat dicecar wartawan.

Menurut Yudi, pertemuan sang ibu dan Jessica hanya berlangsung lima menit.

"Iya sempat lima menit (ngobrol sama ibunya) enggak boleh lama-lama kan. Saya saja ngobrol diusir ini, seperti enggak boleh lama-lama gitu. (Soalnya) sudah tutup pukul 16.00, gitu peraturannya," ujar Yudi.

Selama 20 hari ke depan, kata Yudi, Jessica akan berada di tahanan Rutan Pondok Bambu. Setelah perkaranya naik ke persidangan, Jessica akan menjadi tahanan pengadilan.

"Kalau sidang kan penahanan diambil alih oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," ujarnya.

Ika Yusanti berjanji tidak akan ada perlakuan khusus bagi Jessica. Menurutnya, semua tahanan diperlakukan sama.

"Tidak ada yang khusus. Sama saja semuanya. Ini juga kan over kapasitas, susah kalau mau beda-bedain," ujar Ika.

Untuk makanan sehari-hari, semua tahanan akan mendapatkan porsi yang sama dan makanan yang tidak dibedakan.

"Ya sama saja, nasi, lauk, sayur. Intinya, semuanya sama tidak ada yang beda," tambahnya.

Begitu juga dengan waktu besuk, Jessica sebagai tahanan Kejaksaan Negeri akan mendapatkan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat pagi sesuai dengan aturan yang berlaku di rutan.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved