Jilid Pertama, 150 Penulis Terlibat di Seribu Sajak Tao Toba

Seribu Sajak Tao Toba. Buku petisi mengenai kawasan Danau Toba mendapatkan respon positif dari Sastrawan Internasional.

Penulis: Hendrik Naipospos |
Tribun Medan / Hendrik
Buku Seribu Sajak Tao Toba jilid pertama gagasan John Fawer Siahaan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Fernandes

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seribu Sajak Tao Toba. Buku petisi mengenai kawasan Danau Toba mendapatkan respon positif dari Sastrawan Internasional. Jilid pertamanya yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu ini melibatkan 150 penulis.

Sastrawan yang berpartisipasi bukan hanya masyarakat yang berdomisili di Indonesia. Warga Negara Indonesia di benua Eropa juga turut memberikan karyanya dalam petisi ini.

"Benar, ada beberapa dari benua Eropa. Misalnya, Marianistar Larsen dari Denmark, Evi Sihite dari Inggris dan Tri Budi Sastrio dari Polandia. Ada juga dari Qatar Melinda. Kita gunakan Media Sosial Facebook sebagai media pengumpulan data. Jadi seluruh sastrawan yang mengetahui info ini dapat berpartisipasi dengan mudah," ujar penggagas Seribu Sajak Tao Toba John Fawer Siahaan kepada www.Tribun-medan.com di Kantor Rumah Karya Indonesia (RKI) jalan Sisimangaraja Medan, Senin (6/6/2016).

Dirinya juga mengatakan bahwa akan merilis Seribu Sajak Tao Toba jilid kedua pada Juli mendatang. Dan membuka kesempatan bagi sastrawan lain untuk partisipasi di jilid ketiga.

"250 petisi dalam puisi akan meluncur dalam Seribu Sajak Tao Toba Jilid kedua Juli depan. Untuk yang mau menyumbangkan karyanya di Jilid ketiga bisa email ke seribusajaktaotoba@gmail.com," sambungnya.

(Cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved